TEHRAN – Gelombang manusia membanjiri Tehran dan lebih dari 900 kota di Iran, Selasa (4/11/2025), memperingati Hari Nasional Melawan Arogansi Global. Titik kulminasi: ribuan demonstran berbaris dari Lapangan Palestina menuju bekas Kedutaan Besar AS yang kini bernama “Sarang Penutup Mata-mata”.
Di ujung barisan, dentuman lagu-lagu patriotik menggema. Spanduk bertuliskan “Maut bagi Amerika, Maut bagi Israel” berkibar di atas lautan bendera Iran. Foto-foto syuhada perang Gaza dan Lebanon diangkat tinggi-tinggi, diselingi pembakaran boneka Uncle Sam dan bintang Daud.
“Kami tidak akan pernah lupa 4 November 1979,” teriak pembicara utama dari balkon bekas kedutaan, dikutip dari Sputnik, Rabu (5/11/2025). “Hari itu mahasiswa kami mengusir imperium AS dari tanah Persia!”
Sejarah Singkat yang Masih Membara
46 tahun silam, ratusan mahasiswa revolusioner menduduki kedutaan AS selama 444 hari. Peristiwa itu menjadi penanda akhir kekuasaan Rezim Pahlavi—boneka Barat—dan lahirnya Republik Islam Iran yang anti-hegemoni.
Sanksi Barat Dikutuk, Gaza Didukung Penuh
Pernyataan penutup yang dibacakan di hadapan ratusan ribu massa mengecam sanksi ekonomi AS dan Uni Eropa yang “mencekik rakyat Iran”. Sekaligus menegaskan solidaritas tak tergoyahkan dengan rakyat Palestina yang sedang dibombardir Israel.