JAKARTA – Iran mengecam serangan Israel terhadap Lebanon yang disebut “pelanggaran berat” terhadap gencatan senjata yang disepakati antara Amerika Serikat dan Iran.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menuduh Israel melakukan “serangan mendadak” dan menyebutnya sebagai bentuk genosida. “Itu semacam genosida, Anda tahu, yang dilakukan oleh rezim Israel di Lebanon, tepat setelah gencatan senjata disepakati,” ujarnya dalam wawancara dengan program Today BBC.
Ia menambahkan, “Ini adalah jenis praktik yang selalu dilakukan rezim Israel: menerima gencatan senjata, kemudian melakukan serangan mendadak dan pembantaian.”
Khatibzadeh juga menekan Amerika Serikat agar konsisten. “AS harus memilih antara perang dan gencatan senjata. Mereka tidak bisa memiliki keduanya secara bersamaan,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan. “Jika Presiden Trump tertarik pada perdamaian untuk seluruh Timur Tengah, dan karena Iran berkomitmen pada hal itu, kami meminta semua orang di Timur Tengah untuk mematuhi perjanjian dan gencatan senjata yang telah kami capai dengan Amerika, dan kami mengharapkan Amerika melakukan hal yang sama dengan sekutunya, rezim Israel,” ujarnya.