JAKARTA – Proses pemilihan pemimpin tertinggi baru Iran dipastikan tidak akan memakan waktu lama, menurut anggota Majelis Ahli yang dikutip oleh ISNA Agency.
Anggota Majelis Ahli, Ali Moalemi menegaskan mereka telah bersumpah untuk tidak membiarkan “preferensi pribadi” ataupun afiliasi politik memengaruhi keputusan mereka dalam memilih pemimpin baru, dan akan menentukan suara berdasarkan pertimbangan mereka serta prinsip-prinsip agama.
“Majelis Ahli akan, seperti sebelumnya, memilih sosok seperti Pemimpin Revolusi yang gugur,” ujar Moalemi dilansir Aljazeera, mengacu pada mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang tewas akibat serangan AS-Israel pada Sabtu pagi.
Sementara itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Yerusalem mengumumkan bahwa mereka “tidak dalam posisi” untuk membantu warga negaranya meninggalkan Israel, sekaligus memberikan panduan tentang bus shuttle yang dioperasikan Kementerian Pariwisata Israel menuju perbatasan Taba dengan Mesir.
“Jika Anda memilih opsi ini untuk meninggalkan negara, pemerintah AS tidak dapat menjamin keselamatan Anda. Informasi ini diberikan sebagai layanan bagi mereka yang ingin keluar dari Israel,” tulis kedutaan, yang juga meminta warga AS mendaftar melalui formulir evakuasi Kementerian Pariwisata agar dapat ikut bus ke perbatasan Mesir.
Di sisi lain, Beijing menegaskan bahwa mereka tidak memberikan bantuan militer ke Iran.
Meskipun hubungan ekonomi kedua negara cukup kuat dengan sekitar 70 persen impor minyak China melalui Selat Hormuz, sebagian besar berasal dari Iran, serta negara regional lain seperti Irak, Arab Saudi, dan Kuwait.
China menyatakan keprihatinannya atas eskalasi konflik dan mengecam tindakan AS dan Israel, menilai negosiasi nuklir dengan Iran yang tengah berlangsung telah sengaja digagalkan.
Hal tersebut seperti disampaikan Menteri Luar Negeri Wang Yi setelah berdialog dengan Menteri Luar Negeri Oman, Iran, dan Prancis.
Wang Yi menekankan bahwa dukungan China terhadap Iran bersifat politik dan moral, mendukung hak Iran mempertahankan wilayah dan kepentingannya, namun tidak termasuk persenjataan atau bantuan militer.***