TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa negaranya tidak menginginkan perang, namun siap sepenuhnya menghadapi segala skenario konfrontasi jika dipaksa. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi saat tiba di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (8/1/2026).
“Kami siap menghadapi skenario apa pun. Kami tidak menginginkan perang, tetapi kami sepenuhnya siap untuk itu,” ujar Araghchi kepada wartawan, sebagaimana dikutip Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
Ia menambahkan bahwa setiap bentuk negosiasi harus berlangsung dalam kerangka saling menghormati, bukan di bawah tekanan atau perintah sepihak. “Negosiasi tidak dapat berjalan di bawah tekanan atau perintah,” tegasnya.
Menanggapi ancaman dari Amerika Serikat dan Israel, Araghchi menyatakan bahwa berbagai upaya sebelumnya untuk menekan Teheran telah gagal total. Ia memperingatkan bahwa setiap upaya baru akan berujung pada kegagalan yang sama, seraya menyinggung bahwa serangan sebelumnya dari Washington dan Tel Aviv berakhir tanpa hasil.
Kunjungan Araghchi ke Lebanon berlangsung selama dua hari dan dipimpin bersama delegasi ekonomi. Agenda utama mencakup pertemuan dengan pejabat tinggi politik dan pemerintahan Lebanon, termasuk konsultasi mendalam mengenai situasi regional yang kian memanas.
Menlu itu memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah tengah menghadapi tantangan serius dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menyoroti meningkatnya ancaman dari Israel, yang menurutnya dalam dua tahun terakhir telah melancarkan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan, termasuk Lebanon. Selain itu, Israel juga disebut masih menduduki sebagian wilayah Lebanon dan berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Peran Strategis Iran dalam Stabilitas Kawasan
“Waktu kunjungan ini sangat sensitif,” ujar Araghchi, sembari menekankan pentingnya peran Lebanon dalam menjaga stabilitas kawasan. Ia menyatakan bahwa Iran terus berkoordinasi dengan berbagai negara regional untuk menghadapi tantangan bersama.
Dalam konteks hubungan bilateral, Araghchi menegaskan kuatnya ikatan politik, ekonomi, dan budaya antara Lebanon dan Teheran. Teheran berkomitmen memperluas kerja sama, khususnya di sektor ekonomi. Ia juga mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Menteri Perekonomian Lebanon guna membahas penguatan perdagangan dan hubungan komersial.
“Iran menginginkan hubungan yang komprehensif dengan Lebanon, termasuk kemitraan ekonomi,” pungkas Araghchi, sebagaimana dilaporkan sejumlah sumber internasional.
Di akhir pernyataannya, Menlu Iran kembali menegaskan dukungan penuh Teheran terhadap kedaulatan, persatuan, dan keutuhan wilayah Lebanon.
Kunjungan ini berlangsung di tengah tingginya ketegangan regional, termasuk upaya Lebanon untuk melucuti senjata kelompok-kelompok bersenjata serta kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik lebih lanjut di kawasan.