JAKARTA – Iran meluncurkan gelombang rudal balistik ke arah Tel Aviv pada Kamis malam (5/3/2026). Rekaman warga menunjukkan penggunaan Khorramshahr-4, salah satu rudal terkuat dalam persenjataan Teheran. Kebakaran dan kerusakan dilaporkan di sejumlah titik di Tel Aviv dan sekitarnya, menandai hari keenam konflik Iran dengan koalisi AS-Israel.
Dilansir dari Turkiyetoday, Sabtu (7/3/2026), Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengonfirmasi peluncuran tersebut sebagai bagian dari gelombang ke-19 Operasi Janji Sejati. “Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika dan wilayah-wilayah yang diduduki dengan gelombang serangan pesawat tak berawak besar-besaran,” bunyi pernyataan IRGC. Target disebut mencakup pusat Tel Aviv, Bandara Ben Gurion, dan Pangkalan Udara ke-27 Israel.
Militer Israel membantah klaim itu. IDF menyatakan seluruh rudal balistik Iran yang diluncurkan semalam berhasil dicegat, kecuali satu rudal yang jatuh di area terbuka wilayah tengah. IDF juga menegaskan tidak ada Skuadron ke-27 di Angkatan Udara Israel, menyebut IRGC kemungkinan merujuk pada Pangkalan Udara Lod yang sudah ditutup sejak 2010.
Khorramshahr-4, juga dikenal sebagai Kheibar, pertama kali diperkenalkan pada Mei 2023. Rudal sepanjang 13 meter ini memiliki jangkauan 2.000 km dan mampu membawa hulu ledak hingga 1.500 kg. Keunggulan utamanya adalah hulu ledak kluster yang dapat melepaskan sekitar 20 submunisi dengan radius 16 km, membuatnya sulit diantisipasi sistem pertahanan.
Para analis menilai penggunaan Khorramshahr-4 menunjukkan perubahan taktik Iran. Sejak awal perang 28 Februari, serangan rudal berkurang 90 persen akibat gempuran Israel-AS terhadap peluncur bergerak. Kini, Teheran tampaknya beralih ke serangan lebih kecil namun mematikan, memaksimalkan daya hancur setiap peluncuran.