JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa Iran tidak meluncurkan rudal ke negara mana pun sejak dimulainya perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
“(Pasukan Iran) belum meluncurkan rudal apa pun ke negara mana pun selama jam-jam gencatan senjata hingga saat ini,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip Al Jazeera dan RIA Novosti, Jumat (10/4/2026).
IRGC menambahkan, laporan mengenai serangan pesawat tak berawak diyakini merupakan ulah musuh Zionis atau Amerika.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengumumkan persetujuan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran pada Selasa (7/4), termasuk kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan Washington di Islamabad, Pakistan, pada Jumat.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, menegaskan pihaknya tengah mengupayakan negosiasi dengan AS dan berharap ada langkah serupa dari Washington.
Namun, situasi di kawasan tetap tegang. Pada Rabu (8/4), militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke lebih dari selusin permukiman di Lebanon selatan, termasuk kota Tyre. Trump menyatakan bahwa penghentian serangan Israel tidak termasuk dalam perjanjian gencatan senjata dengan Iran.