JAKARTA – Eskalasi konflik di Timur Tengah kembali memuncak setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Lebanon. Serangan yang berlangsung hingga 9 April 2026 itu menyebabkan sebanyak 254 orang tewas dan 1.165 lainnya mengalami luka-luka.
Yang menjadi sorotan, serangan ini terus berlanjut meskipun negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Kondisi ini dinilai semakin memperumit upaya perdamaian yang tengah dirintis di Islamabad, Pakistan.
Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati (Nuning) mengatakan bahwa aksi militer Israel di tengah proses negosiasi merupakan pukulan telak bagi stabilitas kawasan.
“Menurut saya hal ini menjadi beban berat bagi perundingan perdamaian yang tengah berlangsung di Islamabad, Pakistan,”katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Garuda.Tv, Minggu (12/4/2026).
Lebih lanjut, ia mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan mengambil langkah tegas. “PBB dan Dewan Keamanan harus menetapkan Israel sebagai penjahat perang karena tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata,” tegasnya.
Hari Berkabung Nasional dan Kecaman Internasional
Militer Israel (IDF) mengklaim bahwa serangan tersebut menyasar posisi-posisi milisi Hizbullah. Namun, fakta di lapangan menunjukkan dampak yang meluas.
“Pada Jumat, 10 April 2026, serangan di kawasan Nabatieh tidak hanya menewaskan 13 petugas keamanan Lebanon, tetapi juga menghantam sejumlah gedung pemerintahan,” terangnya.
Menanggapi jatuhnya ratusan korban jiwa, Pemerintah Lebanon secara resmi menetapkan hari berkabung nasional. Sementara itu, komunitas internasional menyuarakan kecaman keras. Mereka khawatir eskalasi ini akan memicu perluasan perang yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Imbauan untuk WNI: Pendataan dan Evakuasi
Menyikapi situasi yang terus memburuk, Nuning juga memminta perlunya tindakan cepat dari pemerintah Indonesia, khususnya KBRI di Beirut.
“Saran tindak, pihak KBRI harus melakukan pendataan WNI pascapemboman ini. Evakuasi harus dikondisikan secepatnya bila berada di daerah yang diserang oleh Israel,” imbau Nuning.
Ia merinci bahwa wilayah yang menjadi sasaran serangan Israel meliputi Nabatieh, Sidon, dan Lebanon Selatan. Warga Negara Indonesia yang bermukim di wilayah tersebut diharapkan segera melapor dan bersiap dievakuasi demi keselamatan jiwa.