JAKARTA – Pasukan Israel pada Kamis (11/9/2025) menahan 26 warga Palestina dalam serangan semalam di Tepi Barat yang diduduki. Penangkapan ini mencakup sejumlah pejabat senior gerakan Fatah, termasuk wali kota dari kota di utara Tepi Barat, menurut laporan media lokal dan saksi mata.
Kantor berita Palestina, Wafa, melaporkan bahwa penangkapan berlangsung di berbagai provinsi, antara lain Salfit, Jenin, Tulkarem, Ramallah, Bethlehem, dan Hebron.
Di Salfit, pasukan Israel menahan beberapa tokoh penting, termasuk Wakil Sekretaris Fatah Ahmed Abdel Karim al-Dik, anggota Dewan Revolusi Jamal Hammad, dan pemimpin veteran Bahjat Asi. Selain itu, tentara juga menggeledah rumah pejabat provinsi Makram Amer. Wafa menambahkan bahwa Sekretaris Fatah Salfit, Abdel Sattar Awad, telah ditahan lebih dari seminggu.
Di Jenin, penangkapan menargetkan Abdel Fattah Abu Ali, wali kota Silat al-Dhahr, bersama enam warga Palestina dari kota-kota sekitar. Sementara itu, di Tulkarem, empat orang yang sebagian besar merupakan mantan tahanan, ditangkap. Penggerebekan juga terjadi di Ramallah, dengan tiga pria ditangkap, sementara di kamp pengungsi Aida dan Dheisheh di Bethlehem, empat orang lainnya ditahan. Di Hebron, dua warga Palestina ditangkap setelah penggeledahan rumah di beberapa kota.
Para saksi mata yang berbicara kepada Anadolu menyatakan bahwa penggerebekan ini mencakup invasi rumah-rumah, interogasi, dan kerusakan properti.
Sejak dimulainya perang yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023, setidaknya 1.020 warga Palestina tewas dan lebih dari 7.000 lainnya terluka di Tepi Barat akibat serangan pasukan Israel dan pemukim ilegal, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Dalam pendapat penting pada Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah ilegal dan mendesak agar semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dievakuasi.