JAKARTA – Israel menegaskan tidak akan terlibat dalam diskusi gencatan senjata dengan Hizbullah. Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, pada Jumat (10/4/2026) menyatakan penolakannya terhadap kemungkinan kesepakatan gencatan senjata, menjelang pertemuan persiapan dengan Lebanon di Washington pekan depan.
“Israel menolak untuk membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hizbullah,” tegasnya, dilansir Türkiyetoday, Sabtu (11/4/2026) .
Pertemuan resmi antara Israel dan Lebanon dijadwalkan berlangsung Selasa di Departemen Luar Negeri AS, dengan fokus pada pengumuman gencatan senjata potensial dan jadwal negosiasi langsung. Menurut sumber diplomatik Israel, serangan terhadap Beirut telah ditangguhkan atas permintaan Amerika Serikat, meski penangguhan itu juga mencerminkan minimnya target militer signifikan di wilayah tersebut.
Media AS, Axios melaporkan bahwa Washington, Beirut, dan Israel sepakat untuk mencegah Iran memengaruhi keputusan di Lebanon. Sementara itu, Iran terus menekan agar gencatan senjata di Lebanon segera tercapai, bahkan memperingatkan akan meninjau kembali kesepakatan gencatan senjata dengan AS dan Israel jika tidak ada kemajuan.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa setiap negosiasi dengan AS di Islamabad harus didahului oleh gencatan senjata di Lebanon serta pembebasan aset Iran yang dibekukan.
Sejak 2 Maret, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 1.900 orang, melukai lebih dari 6.300 orang, dan menyebabkan sekitar 1,2 juta warga mengungsi.