JAKARTA — Para pejabat Israel memperingatkan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump bahwa latihan rudal yang dilakukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bisa menjadi persiapan serangan terhadap Israel. Laporan Axios menyebut Kepala Staf Umum Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, telah menghubungi Komandan Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, pada Sabtu lalu untuk menyampaikan keprihatinan atas aktivitas militer Iran.
Zamir menilai pergerakan rudal dan operasi IRGC dapat menjadi kedok bagi serangan mendadak. Ia menyerukan koordinasi erat antara militer AS dan Israel dalam langkah pertahanan. Sehari kemudian, Cooper terbang ke Tel Aviv dan bertemu Zamir serta sejumlah pemimpin militer Israel untuk membahas situasi terkini.
NBC sebelumnya melaporkan bahwa Israel tengah menyiapkan pengarahan kepada Trump mengenai opsi serangan balasan terhadap Iran.
Ketegangan ini menyusul operasi Israel pada 13 Juni yang menargetkan fasilitas nuklir, komandan militer, fisikawan nuklir, dan pangkalan udara Iran. Teheran membantah tuduhan program nuklir rahasia dan melancarkan serangan balasan. Selama 12 hari, kedua pihak saling melancarkan serangan, dengan AS turut melakukan satu serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni.
Iran kemudian menembakkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar pada 23 Juni, namun menegaskan tidak berniat memperluas eskalasi. Trump menyatakan serangan itu justru membuka jalan menuju gencatan senjata, yang resmi mengakhiri perang 12 hari setelah 24 jam.
Pasca gencatan senjata, Iran mengumumkan rencana pemulihan fasilitas yang rusak dan melanjutkan pengembangan industri nuklir, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir baru. Teheran juga menyatakan kesediaannya mengambil langkah membangun kepercayaan terkait program nuklirnya di tengah kekhawatiran Barat.