JAKARTA – Konferensi bertajuk “Tanggung Jawab Islam dan Kemanusiaan: Gaza” akan digelar selama delapan hari di Istanbul, Turkiye, mulai Jumat ini. Acara ini diselenggarakan oleh Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) bersama Yayasan Cendekiawan Islam Turkiye, sebagai respons terhadap krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
Mustafa Karatas, anggota dewan yayasan, menyatakan bahwa lebih dari 2,5 juta warga Gaza menjadi korban genosida sistematis. “Dunia saat ini sedang menghadapi salah satu bencana paling mengerikan dalam sejarah modern, bahkan manusia,” ujarnya, diansir dari Anadolu, Jumat (22/8/2025).
Karatas menggambarkan kondisi Gaza yang diserang dengan senjata mematikan, diblokade dari akses makanan dan air, serta dibiarkan terpapar penyakit dan kelaparan. Ia menegaskan, “Untuk pertama kalinya dalam sejarah, di hadapan dunia, sebuah pemerintahan teroris Zionis sedang melaksanakan rencana yang dinyatakan untuk memusnahkan seluruh populasi Muslim.”
Ia menambahkan bahwa tidak ada tempat ibadah, fasilitas kesehatan, atau pendidikan yang luput dari serangan. Gaza kini, menurutnya, bukan lagi ruang hidup, melainkan “hampir menjadi panggung kematian.”
Karatas juga menyoroti ancaman perluasan wilayah yang disebut sebagai ‘Israel Raya’, yang menurutnya mengancam negara-negara seperti Yordania dan Mesir. “Kejahatan mereka tidak terbatas di Gaza saja,” katanya.
Konferensi ini akan mempertemukan lebih dari 100 cendekiawan Islam dari lebih 50 negara. “Tujuan konferensi ini adalah untuk menyuarakan kebenaran, memenuhi tanggung jawab agama dan sejarah kita, dan menyatakan bahwa Gaza bukan hanya masalah Palestina, melainkan tujuan bersama dan adil bagi seluruh umat dan umat manusia,” tegas Karatas.
Rangkaian acara dimulai dengan deklarasi dan aksi protes di Masjid Eyup Sultan, dilanjutkan pidato protokoler pada Sabtu, serta 18 seminar paralel yang berlangsung hingga Kamis. Penutupan dijadwalkan pada 29 Agustus dengan pembacaan deklarasi akhir di Masjid Agung Hagia Sophia.
“Konferensi kami akan berlangsung dengan semangat penuh untuk meningkatkan tekanan sosial dan politik guna memastikan bantuan mendesak, membuka penyeberangan perbatasan, dan mengirimkan bantuan kepada saudara-saudari kita yang kelaparan yang terjebak di bawah pengepungan di Gaza,” ujar Karatas.
Ketua IUMS, Ali Muhyiddin al-Qaradaghi, turut membacakan siaran pers dalam bahasa Arab.