JAKARTA – Laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa antara tim nasional Italia dan Israel berlangsung tanpa insiden besar meski diwarnai ketegangan di luar stadion. Pertandingan yang digelar di Stadio Friuli, Udine, Rabu (15/10/2025) dini hari WIB itu berjalan aman di bawah pengawalan ketat kepolisian, termasuk kehadiran penembak jitu di atap stadion.
Italia tampil dominan dan mengamankan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Israel. Kemenangan ini membuat Azzurri menempati posisi kedua grup dan memastikan setidaknya satu tempat di babak playoff, dalam upaya mereka menghindari kegagalan lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Pengamanan Super Ketat dan Aksi Protes
Meski pertandingan berlangsung lancar, kota Udine dilanda ketegangan menjelang laga. Aksi protes pro-Palestina mewarnai pusat kota, diikuti bentrokan antara sekelompok demonstran bertopeng dan polisi.
Sekitar 10.000 orang mengikuti pawai damai yang berlangsung hampir tiga jam. Namun, ketegangan meningkat ketika sekitar 50 orang mencoba menerobos barikade polisi menuju stadion. Mereka melemparkan penghalang logam, menyalakan suar, dan membakar tong sampah. Polisi membalas dengan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan massa.
Siaran publik kantor berita Italia RAI mengatakan salah satu jurnalisnya harus dibawa ke rumah sakit setelah terkena batu di wajahnya.
Untuk mencegah potensi kerusuhan, sejumlah toko dan restoran memilih tutup sehari sebelumnya, dan mereka yang tetap buka diberi instruksi untuk menyingkirkan perabot luar ruangan agar tidak disalahgunakan sebagai alat bentrok.
Tim Israel sendiri tiba di stadion di bawah pengawalan ketat. Bus mereka dikawal 13 kendaraan polisi, termasuk pasukan khusus dan motor patroli. Pengamanan ketat juga terlihat dari helikopter yang berputar di langit, drone yang mengawasi dari udara, serta penembak jitu yang berjaga di atap hotel tim Israel.
Kawasan stadion dinyatakan sebagai “zona merah”, dengan akses hanya bagi pemegang tiket. Pemeriksaan ketat dilakukan di seluruh titik masuk, termasuk penggunaan detektor logam.
Menariknya, jumlah penonton di dalam stadion — kurang dari 10.000 — tercatat lebih sedikit dibanding massa aksi demonstran di pusat kota. Saat lagu kebangsaan Israel dikumandangkan, terdengar sedikit ejekan, namun “seluruh stadion berusaha meredamnya dengan tepuk tangan meriah.”
Jalannya Pertandingan: Retegui Bersinar
Italia membuka skor di menit 45+2 lewat penalti Mateo Retegui setelah pelanggaran di kotak terlarang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Retegui kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-74, menggandakan keunggulan tuan rumah. Di penghujung laga, tepatnya menit 90+3, Gianluca Mancini menutup kemenangan Italia dengan sundulan hasil umpan Federico DiMarco.
Skor akhir 3-0 untuk Italia sekaligus memperpanjang peluang mereka menuju Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Peta Klasemen Grup
Hasil ini membawa Italia naik ke posisi kedua klasemen grup, tertinggal tiga poin dari Norwegia. Israel tertahan di posisi ketiga dengan selisih enam poin dari Azzurri dan telah memainkan satu laga lebih banyak.
Sesuai format UEFA, hanya juara grup yang lolos langsung ke putaran final. Tim peringkat kedua harus melewati babak playoff, yang menjadi momok bagi Italia setelah tersingkir di fase tersebut pada kualifikasi Piala Dunia 2018 dan 2022.