BANDUNG – Jadwal padat Persib Bandung pada Oktober 2026 menjadi perhatian pengamat sepak bola Tommy Welly atau Bung Towel. Maung Bandung dijadwalkan memainkan tujuh pertandingan dalam rentang 8 hingga 28 Oktober dengan agenda di tiga kompetisi berbeda.
Rangkaian tersebut mencakup ASEAN Club Championship Shopee Cup, Super League, dan AFC Champions League Two (ACL Two). Padatnya jadwal membuat Persib hanya memiliki waktu istirahat yang terbatas di antara sejumlah pertandingan.
Bung Towel menyoroti kondisi tersebut dan mempertanyakan kesiapan fisik pemain Persib untuk menjalani pertandingan secara beruntun. Sorotan itu muncul karena pada akhir Oktober terdapat dua pertandingan yang hanya terpaut dua hari.
Tujuh Laga Menanti Persib
Persib akan mengawali kesibukan Oktober dengan bertandang ke Thailand untuk menghadapi Port FC pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pertandingan tersebut merupakan laga pertama Persib di fase grup ASEAN Club Championship Shopee Cup.
Tiga hari kemudian, Persib kembali ke Bandung untuk menjamu Dewa United dalam lanjutan Super League, Minggu (11/10). Setelah itu, pada Rabu (14/10), tim asuhan Igor Tolic menghadapi The Cong-Viettel FC dalam pertandingan ACL Two.
Jadwal berlanjut pada Minggu (18/10) ketika Persib menjamu Persik Kediri. Empat hari berselang, Maung Bandung harus bertandang ke markas Madura United pada Kamis (22/10).
Belum selesai sampai di sana, Persib kembali menjalani laga tandang melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari pada Senin (26/10).
Hanya dua hari kemudian, Persib sudah harus kembali bermain. Kali ini lawan yang dihadapi adalah Melbourne Victory dalam matchday ketiga Grup E ACL Two pada Rabu (28/10).
Jeda Terpendek Hanya Dua Hari
Dari tujuh pertandingan tersebut, jeda paling singkat terjadi antara laga Garudayaksa FC vs Persib pada 26 Oktober dan Persib vs Melbourne Victory pada 28 Oktober.
Dengan demikian, pemain Persib hanya memiliki satu hari penuh di antara kedua pertandingan apabila menghitung tanggal pertandingan, meski selisih kalender kedua laga mencapai dua hari.
Sebelumnya, jeda pertandingan Persib relatif lebih panjang, yakni tiga hari dari Port FC ke Dewa United dan dari Dewa United ke The Cong-Viettel. Setelah itu terdapat jeda empat hari pada beberapa pertandingan berikutnya sebelum kembali menjadi dua hari di penghujung bulan.
Bukan Cuma Jumlah Pertandingan
Persoalan Persib bukan hanya jumlah laga yang mencapai tujuh pertandingan dalam 21 hari. Skuad juga harus berpindah kompetisi dan melakukan perjalanan antarkota hingga ke luar negeri.
Setelah menghadapi Port FC di Thailand, Persib harus kembali ke Bandung. Dalam periode berikutnya, tim juga dijadwalkan melakukan perjalanan ke Madura dan Kabupaten Bogor sebelum kembali tampil di Jawa Barat menghadapi Melbourne Victory.
Pelatih Persib Igor Tolic sebelumnya juga mengakui periode tersebut membutuhkan kesiapan fisik dan kedalaman skuad. Ia mengatakan tim harus berganti kompetisi, kota, dan lawan dalam waktu singkat, sehingga pemain harus cepat beradaptasi.
“Karena kami akan berganti kompetisi, berganti kota, dan berganti lawan,” ujar Tolic seperti dikutip Jawa Pos.
Rotasi Bisa Jadi Penentu
Dengan frekuensi pertandingan yang tinggi, rotasi pemain menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan Persib. Apalagi sejumlah pemain sebelumnya masih menjalani proses pemulihan cedera.
Tolic disebut berharap pemain yang sedang menjalani pemulihan dapat kembali tersedia karena kedalaman skuad dibutuhkan untuk melewati rangkaian pertandingan tersebut. Sejumlah pemain yang disebut dalam laporan antara lain Gakuto Notsuda, Sandy Walsh, Luciano Guaycochea, dan Danijel Loncar.
Persib juga mendapatkan jeda cukup panjang sebelum memasuki Oktober. Setelah menghadapi Persijap Jepara pada 20 September, tim mendapat waktu istirahat tiga sampai empat hari sebelum kembali menjalani persiapan.
Bung Towel Pertanyakan Padatnya Jadwal
Bung Towel kemudian menyoroti bagaimana pemain dapat menjaga kondisi ketika harus menjalani pertandingan dengan jarak waktu yang rapat. Sorotan tersebut terutama tertuju pada rangkaian pertandingan di akhir Oktober.
Perbandingan jadwal itu juga memunculkan pertanyaan mengenai pengaturan kalender kompetisi. Namun, hingga saat ini tidak ada data yang membuktikan bahwa padatnya jadwal tersebut sengaja dibuat untuk mengganggu Persib.
Faktanya, tujuh pertandingan Persib pada Oktober berasal dari tiga kompetisi berbeda yang memiliki agenda masing-masing. Karena itu, padatnya kalender lebih tepat dilihat sebagai konsekuensi Persib yang tampil di beberapa ajang sekaligus.
Dengan tujuh laga yang harus dijalani dalam tiga pekan, Persib akan menghadapi ujian penting dalam menjaga kebugaran pemain, melakukan rotasi, serta mempertahankan performa di Super League dan dua kompetisi antarklub.