NEW DELHI, INDIA – India tetap kukuh mempertahankan impor minyak mentah dari Rusia sebesar 1,75 juta barel per hari, meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat untuk mengurangi ketergantungan pada Moskow. Langkah ini diambil untuk menjaga hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Rusia, mitra strategisnya, di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.
Keputusan ini disampaikan oleh Menteri Perminyakan dan Gas Alam India, Hardeep Singh Puri, dalam sebuah pernyataan resmi. “Kami tidak berada dalam situasi di mana hubungan kami dengan Rusia akan retak,” ujar Puri, menegaskan komitmen India untuk menjaga keseimbangan hubungan internasional. Ia menambahkan bahwa impor minyak Rusia tetap menjadi pilar penting dalam strategi energi nasional, mengingat harga yang kompetitif dan kebutuhan energi domestik yang terus meningkat.
Menurut data terbaru, Rusia menyumbang sekitar 40% dari total impor minyak India, menjadikannya pemasok terbesar bagi negara tersebut. Volume impor ini meningkat signifikan sejak 2022, ketika India memanfaatkan diskon besar-besaran dari Rusia di tengah sanksi Barat akibat konflik Ukraina. Langkah ini memungkinkan India menghemat miliaran dolar, sekaligus memenuhi kebutuhan energi untuk 1,4 miliar penduduknya.
Namun, keputusan ini tidak luput dari sorotan. Amerika Serikat, yang berupaya membatasi pendapatan minyak Rusia, telah mendesak India untuk mengurangi impornya. Meski demikian, Puri menegaskan bahwa India akan terus mengutamakan kepentingan nasional. “Kami membeli minyak dari Rusia karena itu menguntungkan rakyat kami,” katanya.
Analis energi global menilai langkah India mencerminkan keseimbangan diplomasi yang cerdas. “India berhasil memanfaatkan peluang ekonomi tanpa mengorbankan hubungan geopolitik,” kata Dr. Anil Sharma, pakar energi dari Universitas Delhi. Ia menambahkan bahwa diversifikasi sumber energi tetap menjadi prioritas, namun Rusia akan sulit tergantikan dalam waktu dekat.
Di sisi lain, India juga terus mendorong investasi dalam energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, dengan permintaan minyak yang diproyeksikan meningkat 4% per tahun, impor minyak Rusia tetap menjadi tulang punggung strategi energi jangka pendek.
Keputusan ini diperkirakan akan terus memengaruhi dinamika pasar minyak global dan hubungan India dengan kekuatan dunia. Dengan tetap menjaga hubungan erat dengan Rusia, India menunjukkan posisinya sebagai pemain kunci yang mampu menavigasi tantangan geopolitik dengan cerdik.