PONTIANAK – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025 dengan target menjangkau 90 pulau di 18 provinsi.
Program ini menegaskan komitmen menjaga kedaulatan rupiah di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) yang rawan peredaran mata uang asing.
Kegiatan dimulai dengan pemberangkatan KRI Kujang-642 dari Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Pontianak, Selasa (26/8/2025).
Menurut Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, pemilihan Pontianak sebagai lokasi pelepasan membawa makna strategis karena provinsi ini berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Pelepasan tim ekspedisi ini ditandai dengan pemberangkatan KRI Kujang-642 dari Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XII Pontianak,” kata Doni dikutip dari Antara.
BI menekankan pentingnya mendistribusikan uang layak edar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara merawat dan mencintai rupiah.
Tantangan di daerah 3T, seperti keterbatasan akses transportasi, kondisi geografis kepulauan, hingga rendahnya literasi keuangan, membuat program ini terus diperkuat setiap tahun.
Lebih jauh, BI juga mengakui peredaran mata uang asing masih sering ditemukan di wilayah perbatasan. Untuk itu, kolaborasi dengan TNI AL menjadi kunci.
“Kolaborasi ini penting, TNI AL menjaga kedaulatan dari sisi pertahanan, sementara BI menjaga kedaulatan ekonomi melalui Rupiah,” ujar Qomarudin.
Sejak pertama kali dilaksanakan pada 2012, Ekspedisi Rupiah Berdaulat sudah menjangkau 655 pulau melalui 132 kegiatan kas keliling.
Hasil terbaru pada 2024 mencatat penukaran uang mencapai Rp164,4 miliar di 90 pulau. Tahun ini, ekspedisi akan berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September dengan menyasar lima pulau utama di Kalimantan Barat, yakni Karimata, Cempedak, Maya, Pelapis, dan Padang Tikar.
“Kami dari BI akan terus memperluas layanan kas dan memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah secara inklusif dan berkelanjutan, sebagai bagian dari upaya bersama membangun Indonesia dari kota hingga pelosok negeri,” tambah Doni.***
