JAKARTA – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengingatkan perlunya mempercepat pelaksanaan modifikasi cuaca (OMC) guna meminimalisir risiko banjir di ibu kota.
“Kami di DPRD memastikan bahwa anggaran untuk modifikasi cuaca sudah tersedia dalam dana bantuan tidak terduga (BTT). Pemprov tidak memiliki alasan untuk menunda penerapan teknologi ini jika diperlukan,” tegas Yuke.
Modifikasi cuaca, menurut Yuke, bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan sebelum mencapai wilayah Jakarta. Dengan melakukan rekayasa hujan di daerah hulu seperti Bogor dan Depok, volume air yang masuk ke Jakarta diharapkan dapat lebih terkendali.
“Rekayasa hujan di wilayah sebelum Jabodetabek, terutama di daerah hulu seperti Bogor dan Depok, diharapkan dapat mengurangi volume air yang masuk ke Jakarta,” jelas Yuke.
Selain modifikasi cuaca, Yuke juga mendorong Pemprov Jakarta untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir. Hal ini termasuk memaksimalkan operasi pompa air di titik-titik rawan banjir, mempercepat pengerukan sedimen di Kali Ciliwung dan sungai lainnya, serta mengoptimalkan pengoperasian pintu air dan sodetan Ciliwung.
“Pemprov harus segera memastikan kesiapan seluruh infrastruktur pengendalian banjir. Sistem drainase di kawasan rawan genangan juga harus dibersihkan untuk memastikan tidak ada sumbatan yang memperparah genangan air saat hujan deras terjadi,” tambahnya.
Yuke juga menekankan pentingnya memperkuat respons darurat, terutama saat volume air kiriman dari Bogor meningkat ke Jakarta. Koordinasi antara Pemprov Jakarta, BPBD, dan Dinas SDA harus ditingkatkan untuk memastikan penanganan banjir yang lebih cepat dan efektif.
“Lokasi-lokasi pengungsian harus disiapkan lebih awal, termasuk ketersediaan logistik, alat kesehatan, serta jalur evakuasi yang aman bagi warga terdampak. Sosialisasi kepada masyarakat juga harus lebih intensif, terutama di daerah yang berpotensi terdampak banjir,” ujar Yuke.
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Terpadu
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, mengonfirmasi bahwa operasi modifikasi cuaca (OMC) terpadu akan digelar pada 10-20 Maret mendatang. Langkah ini diambil mengingat prediksi hujan lebat yang berpotensi memicu banjir susulan.
“Pada tanggal 10-20 Maret ini diprediksi akan terjadi hujan yang lebih lebat lagi. Semoga dengan upaya OMC terpadu ini dapat mereduksi curah hujan di berbagai wilayah, sehingga tidak terjadi banjir susulan yang lebih besar,” kata Suharyanto dalam keterangan resmi BNPB, Jumat (7/3/2025).
Suharyanto menambahkan bahwa OMC yang telah dilakukan sejak Selasa (3/3) lalu menunjukkan dampak positif dalam upaya penanganan darurat bencana hidrometeorologi. Meski tidak bisa menghentikan hujan sepenuhnya, OMC dinilai mampu mengurangi curah hujan di beberapa wilayah.
“Alhamdulillah OMC yang sudah dilakukan sejak Selasa hingga Sabtu berjalan baik. Walaupun tidak bisa menghentikan hujan, upaya ini bisa mengurangi curah hujan di beberapa wilayah,” ujarnya.
Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang solid, diharapkan Jakarta dapat menghadapi potensi hujan lebat dan banjir dengan lebih siap, sehingga dampak yang dirasakan masyarakat dapat diminimalisir.