Alam semesta menyuguhkan pemandangan magis untuk menemani malam Anda hari ini, Selasa (3/3/2026). Fenomena Gerhana Bulan Total atau yang populer disebut Blood Moon (Bulan Merah Darah) akan menghiasi langit Indonesia sesaat setelah waktu berbuka puasa.
Bagi Anda yang terjebak macet, berada di dalam ruangan, atau cuaca di lokasi Anda sedang mendung, jangan khawatir. Anda tetap bisa menyaksikan detik-detik perubahan warna Sang Rembulan secara real-time melalui dua kanal live streaming resmi berikut:
1. Observatorium Bosscha (ITB)
Pusat pengamatan astronomi legendaris di Lembang ini akan menyiarkan pengamatan langsung dengan kualitas teleskop profesional.
-
Waktu: 18.45 – 20.30 WIB
-
Kanal: Youtube Bosscha Observatory
2. BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)
BMKG menyediakan akses khusus bagi masyarakat yang ingin memantau pergerakan gerhana dari berbagai titik pengamatan di Indonesia.
-
Situs Resmi: Live streaming gerhana Bulan total
Mengapa Berwarna Merah Darah?
Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), fenomena ini terjadi karena meskipun cahaya Matahari terhalang total oleh Bumi, atmosfer kita masih membiarkan cahaya spektrum merah melintas dan menyinari permukaan Bulan. Hasilnya, Bulan tidak gelap gulita, melainkan tampak jingga hingga merah pekat yang eksotis.
Lini Masa Gerhana (Waktu Indonesia Barat):
Catat waktunya agar tidak ketinggalan fase puncaknya:
-
Awal Gerhana Sebagian: 16.50 WIB (Bulan mulai “terpotong”).
-
Fase Total (Blood Moon): 18.04 WIB – 19.02 WIB (Waktu terbaik pengamatan!).
-
Akhir Gerhana: 20.17 WIB.
Profesor Riset Astronomi BRIN, Prof. Thomas Djamaluddin, menyebut fenomena kali ini sebagai Moonrise Eclipse. Artinya, di sebagian wilayah, Bulan akan terbit sudah dalam kondisi tergerhana.
“Gerhana Bulan Total sesaat setelah berbuka puasa ini menambah kekhidmatan suasana,” tuturnya. Fenomena ini bisa dinikmati dengan mata telanjang tanpa alat bantu apa pun, selama langit dalam kondisi cerah.