LONDON – Petenis muda asal Italia, Jannik Sinner, mencetak sejarah baru di Wimbledon 2025 setelah menumbangkan legenda Serbia Novak Djokovic dalam laga semifinal yang berlangsung Sabtu dini hari WIB.
Dengan kemenangan meyakinkan 6-3, 6-3, 6-4, Sinner memastikan tempat di final Wimbledon pertamanya, sekaligus membukakan peluang untuk revans atas kekalahan dari Carlos Alcaraz di final turnamen Grand Slam sebelumnya.
Laga ini menjadi titik balik Sinner dalam perjalanannya di panggung besar, terutama setelah kekalahan dari Alcaraz di Roland Garros.
Kali ini, di atas rumput All England Club, Sinner menunjukkan dominasinya, mengandalkan servis yang solid dan penguasaan baseline untuk menaklukkan Djokovic yang tampil di bawah performa karena kondisi fisik yang belum pulih pascakecelakaan di perempat final.
“Saya tidak percaya,” ujar Sinner penuh emosi usai pertandingan. “Ini turnamen yang selalu saya tonton di televisi sejak kecil. Saya tidak pernah membayangkan bisa bermain di final di sini, jadi ini luar biasa.”
Djokovic Kehilangan Momentum, Sinner Terus Tancap Gas
Kondisi kebugaran Djokovic yang sempat diragukan sejak insiden tergelincir saat melawan Flavio Cobolli terbukti menjadi faktor krusial dalam pertandingan ini.
Petenis berusia 38 tahun itu terlihat kesulitan bergerak dan beberapa kali gagal menjangkau bola-bola cepat dari Sinner.
Hal ini dimanfaatkan dengan cerdas oleh Sinner yang tampil tajam, terutama dalam servis dan permainan baseline.
“Di sisi saya, servis saya sangat baik hari ini,” kenang Sinner. Ia juga menambahkan, “Saya merasa hebat di lapangan. Saya bergerak jauh lebih baik hari ini, dan saya pikir kita semua melihat, terutama di set ketiga, bahwa ia sedikit cedera.”
Pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 55 menit itu nyaris sepenuhnya dikuasai Sinner, meskipun Djokovic sempat mencuri keunggulan 3-0 di awal set ketiga.
Namun, Sinner membalikkan keadaan dengan merebut lima gim berturut-turut dan memastikan kemenangan di gim ke-10 dengan servisnya yang nyaris sempurna.
Rivalitas Memanas: Sinner vs Alcaraz Kembali Tersaji di Final
Kemenangan atas Djokovic ini juga menjadikan Sinner sebagai petenis ke-11 di era Open yang berhasil mencapai babak final di keempat ajang Grand Slam.
Ia juga memperpanjang catatan kemenangannya atas Djokovic menjadi lima pertemuan berturut-turut, termasuk dalam semifinal Grand Slam tahun ini: Australian Open, Roland Garros, dan kini Wimbledon.
Kini, perhatian dunia tenis tertuju pada duel ulang antara Sinner dan Carlos Alcaraz yang dijadwalkan berlangsung Minggu (13/7).
Alcaraz unggul 8-4 dalam pertemuan head to head, termasuk lima kemenangan terakhir, namun Sinner punya catatan manis di lapangan rumput dengan kemenangan atas Alcaraz di Wimbledon 2022.
“Kita telah menyaksikan final terakhir. Kita tidak pernah tahu,” ujar Sinner saat ditanya soal laga final mendatang. “Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk kembali bermain bersama Carlos… Semoga pertandingan ini akan sehebat pertandingan sebelumnya.”***