Isi Konten
JAKARTA – Tidur siang kerap dianggap sebagai cara ampuh mengembalikan energi di tengah kesibukan. Namun, muncul anggapan bahwa kebiasaan tersebut dapat memicu kenaikan berat badan. Benarkah demikian?
Tenang saja—secara langsung, tidur siang tidak menyebabkan berat badan naik. Kenaikan berat badan terjadi ketika asupan kalori lebih banyak daripada yang dibakar tubuh. Risiko baru muncul jika tidur siang disertai pola hidup tidak sehat.
Beberapa faktor yang berpotensi menyumbang peningkatan berat badan:
- Kurangnya aktivitas fisik akibat tidur siang terlalu lama.
- Kebiasaan ngemil tinggi kalori setelah bangun tidur.
- Gangguan tidur malam, yang dapat memicu lonjakan hormon pemicu lapar seperti leptin dan ghrelin.
Di sisi lain, tidur siang yang dilakukan secara tepat justru memberikan manfaat besar:
- Mengisi ulang energi untuk tetap produktif.
- Menurunkan stres dan dorongan makan emosional.
- Meningkatkan fokus dan daya ingat jika dilakukan selama 20–30 menit.
Agar tidur siang tetap sehat dan tidak berdampak buruk, para ahli menyarankan:
- Batasi durasi antara 20–30 menit.
- Hindari tidur siang setelah pukul 3 sore.
- Beri jeda minimal 1–2 jam setelah makan sebelum tidur.
Kesimpulannya, tidur siang bukan musuh berat badan, melainkan sahabat tubuh jika dilakukan secara bijak dan diiringi gaya hidup sehat.