Efek viralitas media sosial memang tidak ada lawan. Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, mendadak dibanjiri pertanyaan unik dari para pengunjung yang berlibur pada Jumat (15/5/2026). Bukannya mencari harimau atau gajah, mayoritas wisatawan justru kompak menanyakan keberadaan sosok bernama ‘Mas Bro’.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang, menceritakan awal mula kebingungan pihak pengelola menghadapi tren baru ini.
“Iya, viral gara-gara itu sih jadi banyak orang nanya, ‘Mas Bro di mana?’. Kita bingung, ‘Mas Bro’ apa ya? Kita baru tahu kalau yang dimaksud ‘Mas Bro’ itu kapibara,” ujar Bambang sambil tertawa saat ditemui di lokasi.
Surga Breeding Kapibara: Iklim Ragunan Mirip Amazon
Di balik viralnya satwa menggemaskan ini, Ragunan ternyata menyimpan prestasi besar. Saat ini, ada sekitar 20 ekor kapibara yang hidup sejahtera di sana. Tingkat keberhasilan kelahiran (breeding) kapibara di Ragunan diklaim jauh lebih tinggi dibandingkan kebun binatang lain di Indonesia yang sering kesulitan mengembangbiakkan satwa ini.
Menurut Bambang, rahasianya ada pada faktor alam. Habitat asli kapibara adalah kawasan hutan Amazon yang memiliki curah hujan tinggi dan tingkat kelembapan yang pas. Kebetulan, ekosistem hijau di Ragunan memiliki kemiripan iklim tersebut, tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah, sehingga membuat keluarga ‘Mas Bro’ sangat betah dan produktif.
Tersebar di 3 Titik Kandang
Untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung yang ingin melihat dari dekat, pihak Ragunan menyebar koloni kapibara di tiga lokasi strategis agar wisatawan dapat melihatnya dengan lebih leluasa:
-
Titik 1: Di dekat area Anoa.
-
Titik 2: Di kawasan tengah, berdekatan dengan kandang Gajah.
-
Titik 3: Di area mamalia kecil, dekat dengan kandang Singa.
Siap Hadirkan Sesi Feeding Time Khusus
Antusiasme ini dirasakan langsung oleh Arif (33), pengunjung asal Cianjur, Jawa Barat. Ia rela menempuh perjalanan jauh demi menuruti rasa penasaran anaknya, Balqis, yang mengoleksi berbagai aksesori bertema kapibara. “Anak saya penasaran karena di medsos ramai banget, ada boneka dan gantungannya. Jadi memang ke sini niat utamanya mau lihat kapibara asli,” kata Arif.
Melihat tingginya minat masyarakat, pihak manajemen Ragunan membuka peluang untuk membuat acara khusus bagi kapibara di masa mendatang, meniru kesuksesan perayaan ulang tahun Gorila yang digelar pekan lalu. Jika usulan warga terus mengalir, Ragunan siap mengadakan sesi feeding time (waktu pemberian makan) interaktif khusus kapibara agar pengunjung bisa berinteraksi lebih dekat.