JAKARTA– Tanggal 12 Maret menyimpan sejumlah peristiwa bersejarah yang membentuk perjalanan bangsa dan dunia. Hari ini menandai momen penting dalam perjuangan kemerdekaan India, akhir pendudukan Jepang di Jawa selama Perang Dunia II, serta transisi kekuasaan di Indonesia yang memulai era Orde Baru.
12 Maret 1930: Aksi Ikonik Mahatma Gandhi
Pemimpin gerakan kemerdekaan India itu memimpin ribuan orang berjalan sekitar 320 kilometer (200 mil) dari Sabarmati Ashram menuju pantai Dandi untuk memprotes monopoli garam oleh pemerintahan kolonial Inggris.
Aksi non-kekerasan ini menjadi salah satu tonggak perlawanan sipil terbesar, yang kemudian menginspirasi perjuangan hak asasi manusia dan gerakan kemerdekaan secara damai di berbagai belahan dunia.
Dua belas tahun kemudian, tepatnya pada 12 Maret 1942, Perang Dunia II mencapai titik penting di wilayah Nusantara.
Pertempuran Jawa berakhir setelah komandan pasukan Sekutu menandatangani instrumen penyerahan diri kepada pasukan Kekaisaran Jepang di Bandung. Kekalahan tersebut menandai jatuhnya Hindia Belanda ke tangan Jepang, menyusul invasi yang dimulai pada akhir Februari 1942, dan membuka masa pendudukan Jepang di Indonesia selama sekitar tiga setengah tahun.
12 Maret 1942 Berakhirnya Perang Jepang dan Pasukan Sekutu di Jawa
Perang antara tentara Jepang dengan pasukan Sekutu di Jawa berakhir. Pertikaian yang dikenal sebagai Pertempuran Jawa itu berakhir setelah komandan Sekutu menandatangani pernyataan menyerah kepada Jepang di Bandung pada 12 Maret 1942.
Pertempuran tersebut merupakan bagian dari Perang Dunia II. Sebelumnya, pada 28 Februari 1942, pasukan Kekaisaran Jepang menyerang pasukan Sekutu di Jawa.
12 Maret 1967 Soeharto Ditunjuk sebagai Pejabat Presiden RI
Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) mengangkat Letnan Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia, menggantikan Presiden Soekarno.
Pengangkatan ini menjadi titik awal lahirnya Orde Baru. Setahun kemudian, pada 27 Maret 1968, Soeharto resmi dilantik sebagai Presiden dan memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade hingga 1998.
Di bawah kepemimpinannya, Soeharto membangun sistem politik yang menekankan stabilitas nasional dan pembangunan ekonomi, dengan Golkar sebagai kekuatan dominan di parlemen.
Tanggal 12 Maret menjadi pengingat akan kekuatan perlawanan damai, dampak besar perang global, serta dinamika transisi kekuasaan yang turut membentuk perjalanan Indonesia hingga saat ini.