JAKARTA – Setiap tanggal menyimpan cerita. Bagi 25 Februari, catatan sejarahnya membawa kita menelusuri jejak kekuasaan, perlawanan, tragedi, hingga prestasi manusia yang tak lekang oleh waktu. Dari Berlin hingga Blitar, Amsterdam hingga Vietnam, momen-momen ini membentuk dunia yang kita kenal sekarang.
Adolf Hitler dan Kewarganegaraan Jerman
Pada 25 Februari 1932, Adolf Hitler resmi menjadi warga negara Jerman. Setelah tujuh tahun tanpa kewarganegaraan, langkah ini membuka pintu bagi ambisinya di dunia politik. Hitler diangkat sebagai pegawai negeri di delegasi Braunschweig ke Reichsrat di Berlin, otomatis memberinya status warga negara. Bagi sebagian sejarahwan, ini bukan sekadar birokrasi—ini adalah langkah awal karir politik yang kelak mengguncang Eropa dan dunia pada abad ke-20.
Solidaritas di Tengah Penindasan, Pemogokan di Amsterdam
Di Amsterdam, bulan Februari bukan sekadar musim dingin. Pada 25 Februari 1941, ribuan warga berhenti bekerja menentang kekejaman Nazi terhadap komunitas Yahudi. Pemogokan yang dikenal sebagai *Februaristaking* ini dipicu oleh razia dan penangkapan warga Yahudi di Jodenbuurt. Lebih dari 300.000 pekerja tram, buruh pelabuhan, dan buruh pabrik ikut terlibat. Walau dibalas dengan kekerasan oleh pendudukan, aksi ini menjadi simbol keberanian sipil pertama di Eropa yang diduduki Nazi—sebuah pengingat bahwa perlawanan bisa lahir dari solidaritas.
Dari Blitar ke Istana: Boediono, Ekonom dan Wakil Presiden
Lahir di Blitar pada 25 Februari 1943, Prof. Dr. H. Boediono menapaki jalan yang membawa dirinya ke kursi Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11. Dari Menteri Keuangan hingga Gubernur Bank Indonesia, perjalanan kariernya sarat kontribusi ekonomi. Di tengah tantangan pasca-krisis, kebijakan-kebijakannya menegaskan bahwa kepemimpinan tidak hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang membangun fondasi stabil untuk masa depan bangsa.
Noda Kelam Perang: Pembantaian Ha My di Vietnam
25 Februari 1968 menandai salah satu tragedi paling kelam Perang Vietnam. Di desa Ha My, pasukan Marinir Korea Selatan membunuh 135 warga sipil tak bersenjata, termasuk perempuan dan anak-anak. Korban dibunuh dan dibakar, meninggalkan luka mendalam bagi sejarah kemanusiaan. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa konflik seringkali menelan mereka yang paling rentan.
Lahirnya Gianluigi Donnarumma
Bagi pecinta sepak bola, 25 Februari juga menghadirkan talenta baru. Gianluigi Donnarumma lahir di Castellammare di Stabia pada 1999. Kariernya melejit bersama AC Milan sebelum bergabung dengan Paris Saint-Germain, dan prestasinya membawa Italia juara Euro 2020. Dari stadion Italia hingga Prancis, ia menjadi simbol generasi baru kiper yang tak hanya menjaga gawang, tapi juga menginspirasi jutaan penggemar.
Kepemimpinan Progresif di Korea Selatan: Roh Moo-hyun
Pada 25 Februari 2003, Roh Moo-hyun dilantik sebagai Presiden Korea Selatan ke-16. Dari pengacara hak asasi manusia yang vokal hingga pemimpin nasional, masa kepemimpinannya ditandai reformasi sosial dan upaya mengurangi politik regionalisme. Roh menunjukkan bahwa politik bisa menjadi alat untuk perubahan progresif, bukan sekadar perebutan kekuasaan.
Tanggal 25 Februari mengingatkan kita: dalam satu hari, sejarah bisa menghadirkan cahaya harapan, kegelapan tragedi, dan perjuangan kemanusiaan. Setiap momen, sekecil apapun, adalah cermin dari perjalanan manusia membentuk dunia.





