JAKARTA – Operasi pencarian dan pertolongan (Ops SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT terus dilakukan hingga Minggu, 18 Januari 2026.
Sejumlah temuan penting terkonfirmasi di kawasan Bukit Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Seluruh rangkaian kegiatan misi SAR ini berlangsung berdasarkan waktu WITA dan dikoordinasikan secara terpadu dari Baseops Lanud HND sejak dini hari.
Briefing pagi digelar pada pukul 05.30 WITA di Baseops Lanud HND sebagai dasar penentuan strategi pencarian hari itu.
Pesawat AI 7301 lepas landas dari Lanud HND menuju sektor pencarian Sas dan kembali ke HND pada pukul 06.47 WITA.
Helikopter H-2213 menyusul mengudara dari Lanud HND menuju Sas dan kembali ke HND pada pukul 07.07 WITA.
Pada pukul 07.17 WITA, AI 7301 melaporkan indikasi awal berupa serpihan pesawat berwarna putih yang terlihat di atas Bukit Bulusaraung.
Sembilan menit kemudian, AI 7301 menyiarkan koordinat temuan serpihan pesawat di posisi S 04 55 46 E 119 44 51.
Menindaklanjuti siaran tersebut, helikopter H-2213 langsung bergerak menuju koordinat yang dibagikan oleh AI 7301.
Pada pukul 07.33 WITA, AI 7301 kembali melaporkan visual serpihan berupa jendela pesawat yang tampak di sisi utara puncak Bukit Bulusaraung.
Tak lama berselang pada pukul 07.35 WITA, H-2213 mengonfirmasi keberadaan serpihan pesawat di titik koordinat yang sebelumnya disiarkan oleh Camar.
Memasuki pukul 08.02 WITA, pasukan darat berhasil menemukan serpihan pesawat berukuran besar di area pegunungan tersebut.
Namun demikian, kondisi angin dengan kecepatan 20 hingga 22 knot membuat helikopter belum memungkinkan melakukan evakuasi langsung di lokasi temuan.
Pada pukul 08.09 WITA, tim darat kembali melaporkan penemuan badan pesawat yang kini tengah menjalani proses identifikasi lanjutan.
Sementara itu, helikopter terus melakukan manuver udara guna mencari titik paling aman untuk menurunkan tim SAR sedekat mungkin dengan posisi badan pesawat.
Hingga laporan ini disusun, fokus utama operasi SAR PK-THT diarahkan pada pengamanan lokasi, pendalaman identifikasi, dan penyiapan skema evakuasi yang aman sesuai kondisi cuaca terkini.***
