JAKARTA – Atmosfer jelang laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/26 antara Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda memanas sehari sebelum kick-off. Polemik mencuat terkait sesi official training (OT) Borneo FC di Jakarta International Stadium (JIS) pada Senin (2/3/2026).
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, menyampaikan kekecewaan setelah timnya sempat dilarang menggunakan lapangan utama JIS untuk latihan resmi. Pemberitahuan pengalihan ke lapangan latih di luar stadion baru diterima rombongan Pesut Etam saat hampir tiba di pintu masuk, sekitar lima menit sebelum memasuki area stadion.
“Saya tidak menyangka apa yang kami lakukan di Samarinda balasannya seperti ini, kalau konotasinya mempersulit,” ujar Dandri.
Menurutnya, surat pemberitahuan tersebut mengarahkan Borneo FC untuk berlatih di lapangan luar, padahal tim telah menempuh perjalanan jauh dari Kalimantan.
“Di mana aturan mainnya ketika kami dalam waktu lima menit mau masuk pintu JIS, justru mendapatkan surat pemberitahuan tidak dapat menggunakan lapangan di dalam dan harus memakai lapangan luar,” tambahnya.
Dandri mengakui ada regulasi yang memperbolehkan perubahan lokasi latihan. Namun, ia menyoroti waktu penyampaian informasi yang dinilai terlalu mendadak.
“Kalau bicara regulasi memang ada benarnya. Tetapi pemberitahuannya jangan mendadak seperti itu. Itu yang saya sesalkan. Yang kedua, perlu digarisbawahi juga kenapa harus mendadak,” tegasnya.
Setelah menyampaikan protes kepada pihak penyelenggara lokal (LOC) Persija, Borneo FC akhirnya diizinkan menggelar official training di lapangan utama JIS. Sesi latihan berlangsung sekitar satu jam pada Senin sore WIB.
Dandri juga membandingkan situasi ini dengan penundaan laga sebelumnya melawan Persib Bandung akibat force majeure, yang ia pahami sepenuhnya.
“Kita ingat waktu Persib menunda karena keadaan force majeure, kita tidak bisa apa-apa. Tetapi kalau ini, sementara teman-teman Persija juga ke tempat kami, kami berikan fasilitas yang nyaman,” katanya.
Ia menegaskan komitmen Borneo FC dalam memberikan pelayanan setara kepada tim tamu di Stadion Segiri, Samarinda, termasuk menyalakan lampu stadion agar latihan berjalan optimal.
“Karena saya memberikan yang sama, hak yang sama di Segiri. Teman-teman Persija berlatih dengan nyaman. Lampu saya nyalakan. Artinya apa yang menjadi regulasi harus kita sama-sama patuhi,” lanjut Dandri.
Menariknya, Borneo FC menjadi satu-satunya tim tamu yang berhasil menggelar official training di lapangan utama JIS sepanjang musim ini. Sebelumnya, seluruh lawan Persija diarahkan ke lapangan latih.
“Malah saya baru tahu itu. Kami tim dari luar Pulau Jawa, dari Kalimantan, baru tahu soal ini. Ada apa dengan yang lain? Intinya kami bersyukur bisa latihan di dalam,” pungkasnya.
Duel Persija Jakarta kontra Borneo FC dijadwalkan berlangsung di JIS, Selasa (3/3/2026) pukul 20.30 WIB. Laga ini diprediksi menjadi salah satu pertandingan krusial di papan atas klasemen BRI Super League 2025/26, dengan kedua tim saling kejar poin untuk posisi teratas.