JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya di Arab Saudi bergerak cepat memberikan perlindungan serta bantuan kepada jemaah umrah Indonesia yang tertahan di negara tersebut akibat dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.
Langkah darurat ini dilakukan agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang belum dapat kembali ke Tanah Air tetap mendapatkan dukungan logistik, akomodasi, serta kepastian informasi mengenai jadwal penerbangan lanjutan.
Kementerian Luar Negeri RI memastikan seluruh perwakilan Indonesia di wilayah terdampak terus melaporkan perkembangan situasi secara rutin sekaligus menjalankan langkah perlindungan bagi WNI yang mengalami keterlambatan kepulangan.
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menegaskan bahwa pemerintah memonitor kondisi para jemaah setiap hari melalui laporan yang dikirimkan oleh perwakilan Indonesia di luar negeri.
“Terkait penanganan WNI stranded, Kemlu juga telah menerima laporan setiap harinya dari perwakilan yang melaporkan penanganan WNI stranded di wilayah akreditasinya masing-masing,” ujar Heni dalam press briefing di Jakarta, Jumat (6/3).
Para jemaah yang masih menunggu kepastian penerbangan pulang kini ditempatkan di sejumlah penginapan yang telah disiapkan sambil memperoleh kebutuhan dasar seperti konsumsi dan informasi perjalanan lanjutan.
“Untuk para WNI stranded ini, mereka sambil menunggu penerbangan yang akan membawa para WNI mendapatkan akomodasi dan penginapan, serta konsumsi dan pengaturan jadwal penerbangan lanjutan yang dikomunikasikan oleh perwakilan RI dan otoritas setempat,” paparnya.
Dalam upaya memastikan pemantauan berjalan maksimal, KBRI juga menempatkan tim khusus yang siaga penuh di dua bandara utama yang menjadi titik kedatangan dan kepulangan jemaah Indonesia di Arab Saudi.
Tim pemantauan tersebut bekerja selama 24 jam di Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah serta Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah.
Kehadiran tim tersebut bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung bagi jemaah yang mengalami keterlambatan perjalanan sekaligus memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama masa penantian.
Heni menjelaskan bahwa jemaah yang masih tertahan saat ini berada dalam koordinasi bersama antara perwakilan pemerintah Indonesia dan pihak penyelenggara perjalanan umrah.
“Jemaah yang masih tertahan kepulangannya di bawah koordinasi perwakilan dan pihak travel dicarikan akomodasi atau penginapan di sekitar Bandara Jeddah dan Madinah sambil menunggu tiket kepulangan yang tersedia,” katanya.
Selain memastikan fasilitas penginapan dan logistik, pemerintah Indonesia juga tengah mencari solusi transportasi tambahan untuk mempercepat pemulangan jemaah ke Tanah Air.
Perwakilan RI di Arab Saudi saat ini menjalin komunikasi dengan berbagai maskapai guna membuka peluang penambahan jadwal penerbangan bagi para jemaah yang masih menunggu.
“Perwakilan juga saat ini tengah menjajaki berbagai penerbangan untuk mengupayakan penerbangan tambahan ke wilayah sana,” ungkap Heni.
Upaya tersebut dilakukan seiring koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri RI dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari situasi geopolitik yang tengah berkembang di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri, termasuk memastikan jemaah umrah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan terkoordinasi.***