NIAS BARAT – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Nias Barat yang melintasi Sungai Moro’o, tepatnya di Desa Ononamolo III, Kecamatan Mandrehe Barat, telah resmi diselesaikan pada Rabu (25/3) dan langsung memberi dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat.
Proyek yang dirilis melalui keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah tertinggal.
Jembatan gantung tersebut kini menjadi penghubung vital yang mengintegrasikan sedikitnya empat desa, termasuk Desa Hilidaura, sehingga memperlancar arus aktivitas warga dari dan menuju pusat kecamatan.
Keberadaan jembatan ini bukan hanya berfungsi sebagai jalur penyeberangan, tetapi juga menjadi urat nadi baru yang menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga layanan sosial masyarakat setempat.
Seorang warga setempat menuturkan sebelum ada Jembatan Gantung Perintis Garuda, jarak tempuh menuju pusat kecamatan mencapai 5 kilometer (KM).
Namun, dengan hadirnya jembatan ini, waktu perjalanan dapat dipangkas drastis menjadi sekitar 2 kilometer saja.
“Kalau kami keliling, ada selisih lima kilo kurang lebih. Kalau lewat sini, paling dua kilo sudah sampai di Kecamatan,” kata dia.
Secara teknis, jembatan ini memiliki panjang bentangan sekitar 60 meter dengan lebar 1,2 meter, yang dirancang untuk mendukung mobilitas pejalan kaki dan kendaraan ringan warga.
Dengan infrastruktur baru ini, diharapkan efisiensi waktu tempuh dan kemudahan akses akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan Mandrehe Barat.***