Gempa bumi bermagnitudo 6,0 mengguncang wilayah pesisir timur Honshu, Jepang, pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Rabu (31/12/2025), pukul 21.26 WIB. Meski kekuatannya cukup signifikan, gempa tersebut dipastikan tidak berdampak terhadap wilayah Indonesia.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, menegaskan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami di Indonesia.
“Gempa bumi ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah Indonesia,” ujar Daryono dalam keterangan resminya.
BMKG juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir Indonesia, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil analisis terbaru BMKG, gempa memiliki episenter pada koordinat 40,11° Lintang Utara dan 142,89° Bujur Timur, dengan kedalaman 19 kilometer. Lokasi tersebut berada di lepas pantai timur Pulau Honshu.
Daryono menjelaskan, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Mekanisme gempa menunjukkan pergerakan naik atau thrust fault, yang umum terjadi di zona subduksi Jepang.
“Hasil analisis menunjukkan gempa ini merupakan gempa tektonik dengan mekanisme naik akibat aktivitas subduksi lempeng,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Otoritas setempat di Jepang masih terus memantau perkembangan situasi pascagempa.