Kabar penting bagi Anda yang sering bepergian menggunakan maskapai asal Negeri Sakura. Mulai April mendatang, Pemerintah Jepang melalui Kementerian Transportasi akan memberlakukan kebijakan keselamatan baru yang sangat ketat: Larangan total penggunaan power bank di dalam kabin pesawat.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Melansir Japan Times, langkah drastis ini diambil sebagai respons atas serentetan insiden baterai litium-ion yang mengeluarkan asap hingga terbakar di tengah penerbangan. Salah satunya adalah insiden pada maskapai ANA rute Naha-Tokyo, di mana sebuah baterai portabel mendadak berasap dan sempat memicu kepanikan sebelum berhasil dipadamkan.
Poin Penting Aturan Baru (Berlaku April):
-
Dilarang Mengisi Daya: Penumpang dilarang menggunakan power bank untuk mengisi daya ponsel atau perangkat elektronik lainnya selama penerbangan.
-
Dilarang Mengisi Ulang Unit: Pengisian daya unit power bank itu sendiri melalui stopkontak atau port USB di kursi pesawat juga diharamkan.
-
Kapasitas Maksimal: Baterai dengan kapasitas 160 watt-jam (Wh) atau lebih tetap dilarang keras masuk ke kabin maupun bagasi terdaftar.
-
Tetap Boleh Dibawa: Penumpang masih diizinkan membawa maksimal dua unit power bank, namun statusnya harus “non-aktif” dan disimpan dalam pengawasan selama perjalanan.
Efek Global Baterai Litium
Kasus baterai “meledak” di pesawat memang menjadi momok dunia penerbangan. Oktober lalu, penerbangan Air China bahkan terpaksa mendarat darurat di Shanghai setelah api muncul dari kompartemen bagasi kabin akibat baterai litium.
Pejabat Biro Penerbangan Sipil Jepang menyatakan bahwa detail kebijakan ini masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan secara resmi pada akhir Maret mendatang. Aturan ini bertujuan memastikan risiko overheating (panas berlebih) pada baterai dapat ditekan hingga nol persen demi keselamatan penumpang.