JAKARTA β Jersey alternatif terbaru Los Angeles Lakers buatan Nike justru memicu reaksi keras setelah desain Specter Edition diperkenalkan untuk musim NBA 2026-2027.
Jersey tersebut menjadi bagian dari koleksi khusus untuk delapan klub yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan NBA.
Selain Lakers, edisi Specter juga dibuat untuk Warriors, Celtics, Knicks, Hawks, Pistons, 76ers, dan Kings.
Nike mengusung konsep yang menggabungkan sejarah klub, identitas kota, serta budaya penggemar dalam desain tersebut.
Namun, konsep tersebut tidak serta-merta mendapat sambutan positif dari para pendukung Lakers.
Sejumlah penggemar justru mengecam tampilan jersey yang dinilai terlalu jauh dari karakter tradisional Lakers.
Mengutip ClutchPoints, Jumat (11/9/2026), desain Lakers menggunakan warna hitam dengan aksen ungu dan kuning yang lebih terbatas dibandingkan seragam utama klub.
Nama Lakers juga tampil lebih kecil di bagian dada, sementara logo Nike ditempatkan di bagian tengah jersey.
Desain tersebut turut menampilkan elemen biru dan putih yang dikaitkan dengan akar sejarah Lakers ketika masih bermarkas di Minneapolis.
Jersey yang diperkenalkan bahkan menggunakan nomor 77 milik Luka Doncic dalam sesi presentasi.
ESPN melalui Dave McMenamin membagikan tampilan jersey tersebut dan menyebutnya sebagai salah satu seragam alternatif baru Lakers dari Nike.
βBerikut tampilan salah satu jersey alternatif baru Los Angeles Lakers dari Nike,βtulis McMenamin.
Unggahan tersebut kemudian menjadi sasaran komentar negatif dari sejumlah penggemar di media sosial.
Sebagian penggemar bahkan menyebut desain itu sebagai salah satu jersey terburuk yang pernah dimiliki Lakers.
Komentar lain membandingkannya dengan pakaian murah yang biasa ditemukan di pasar loak.
Ada pula penggemar yang secara terang-terangan berharap Nike kembali menghasilkan desain dengan identitas Lakers yang lebih kuat.
Kritik tersebut muncul meski Nike dan NBA menjelaskan bahwa Specter Edition dirancang untuk merayakan sejarah serta budaya setiap klub.
NBA menyebut setiap seragam membawa detail yang terinspirasi dari sejarah franchise, warisan kota, dan kultur para penggemarnya.
Masalahnya, interpretasi desain tersebut justru dianggap sebagian fans tidak cukup merepresentasikan identitas Lakers.
Warna emas dan ungu yang selama ini melekat kuat pada Lakers tidak menjadi elemen dominan pada jersey Specter Edition.
Sorotan terhadap jersey ini semakin menarik karena Luka Doncic memiliki basis penggemar besar di pasar jersey NBA.
Doncic menempati posisi kedua dalam penjualan jersey NBA musim lalu, hanya berada di belakang bintang Golden State Warriors Stephen Curry.
Pada musim 2024-2025, posisi tersebut sebelumnya ditempati Doncic sebagai pemain dengan jersey terlaris di NBA.
Persaingan Doncic dan Curry dalam penjualan merchandise diperkirakan tetap menarik perhatian pada musim 2026-2027.
Namun, penerimaan terhadap desain Specter Edition bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Nike jika respons negatif penggemar terus berlanjut.
Nike sendiri masih menjadi penyedia perlengkapan resmi NBA setelah memperpanjang kerja sama dengan liga pada 2024.
Kerja sama tersebut memperpanjang hubungan Nike dengan NBA setelah perusahaan tersebut menjadi penyedia seragam resmi liga sejak 2017.
Koleksi NBA Standard Issue akan dirilis bertahap pada 15 September dan 12 Oktober 2026.
Sementara itu, jersey serta apparel Specter Edition dijadwalkan mulai tersedia pada akhir musim gugur tahun ini.
Dengan demikian, reaksi keras yang muncul saat ini belum tentu langsung berdampak pada penjualan resmi jersey tersebut.
Namun, respons penggemar di media sosial menjadi sinyal bahwa Nike menghadapi pekerjaan rumah untuk memastikan desain alternatif tetap memiliki hubungan kuat dengan identitas setiap klub.
Bagi Lakers, persoalannya menjadi semakin sensitif karena klub memiliki salah satu identitas visual paling kuat dalam sejarah olahraga Amerika Serikat.
Jersey emas dan ungu telah menjadi simbol penting Lakers selama puluhan tahun.
Karena itu, desain baru yang dianggap terlalu menyimpang dari identitas tersebut wajar jika memicu perdebatan di kalangan pendukung.
Specter Edition akhirnya bukan sekadar jersey alternatif baru, tetapi juga menjadi ujian bagi Nike dalam menerjemahkan sejarah Lakers ke dalam bahasa desain modern.***