JAKARTA — Perjalanan lintas zona waktu sering kali membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Gangguan ini dikenal sebagai jet lag, yakni kondisi terganggunya ritme sirkadian atau jam biologis tubuh akibat perbedaan zona waktu. Kondisi tersebut umum terjadi setelah perjalanan jauh menggunakan pesawat.
Dilansir dari Alodokter, gejala jet lag biasanya muncul dalam 12 jam setelah tiba di tempat tujuan dan dapat berlangsung selama beberapa hari. Keluhan yang sering dialami meliputi insomnia, gangguan tidur seperti sleep paralysis atau terbangun berulang kali di malam hari, rasa kantuk dan lelah berlebihan di siang hari, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, tremor ringan, perubahan suasana hati, gangguan pencernaan, penurunan nafsu makan, dehidrasi, hingga menurunnya performa fisik.
Meski mengganggu, terdapat sejumlah langkah sederhana yang dapat membantu tubuh beradaptasi lebih cepat dengan zona waktu baru. Dilansir dari Halodoc, berikut cara yang dapat dilakukan:
1. Segera Beradaptasi dengan Zona Waktu Baru
Setibanya di tempat tujuan, usahakan untuk langsung menyesuaikan diri dengan waktu setempat. Mengatur ulang jam pada perangkat pribadi maupun jam tangan dapat membantu tubuh mulai mengikuti pola waktu yang baru.
2. Atur Waktu Tidur sesuai Lokasi Tujuan
Tidurlah mengikuti jadwal waktu di tempat tujuan. Jika penerbangan dilakukan pada malam hari, beristirahat selama perjalanan dapat membantu. Penggunaan headphone peredam bising, masker mata, penyumbat telinga, serta bantal dan selimut perjalanan yang nyaman dapat mendukung kualitas tidur. Hindari tidur siang terlalu lama saat tiba di siang hari agar tidak mengganggu waktu tidur malam.
3. Penuhi Kebutuhan Cairan
Perjalanan jarak jauh berisiko menyebabkan dehidrasi, terutama jika asupan air dikurangi selama penerbangan. Memenuhi kebutuhan cairan selama perjalanan dan setelah tiba di lokasi tujuan dapat membantu mengurangi rasa lelah serta mendukung proses adaptasi tubuh.
4. Manfaatkan Paparan Sinar Matahari
Perbedaan zona waktu memengaruhi paparan cahaya yang diterima tubuh. Mendapatkan paparan sinar matahari di tempat tujuan dapat membantu menyesuaikan kembali jam biologis tubuh, sehingga pola tidur lebih cepat kembali normal.
5. Konsumsi Kafein Secukupnya
Kafein tidak menyembuhkan jet lag, tetapi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan fokus di siang hari. Minuman seperti teh, kopi, minuman bersoda, atau cokelat panas dapat dikonsumsi dalam jumlah yang wajar selama masa penyesuaian.
Dengan memahami gejala dan menerapkan langkah-langkah tersebut, proses adaptasi terhadap perbedaan zona waktu dapat berlangsung lebih nyaman.