KORSEL – Insiden mengejutkan terjadi di desa Pocheon, Korea Selatan, saat sebuah jet tempur KF-16 milik militer Korea Selatan tidak sengaja mengebom wilayah warga sipil. Kejadian tersebut mengakibatkan setidaknya 15 orang terluka, sementara sejumlah bangunan rusak parah, termasuk sebuah gereja.
Kronologi Kejadian
Insiden ini bermula ketika Angkatan Udara Korea Selatan tengah menggelar latihan tembakan langsung sebagai bagian dari latihan militer gabungan untuk menunjukkan kekuatan mereka menjelang latihan tahunan yang dijadwalkan.
Lokasi latihan berada di Lapangan Latihan Seungjin Pocheon, sekitar 25 km dari perbatasan Korea Utara. Dalam latihan tersebut, lebih dari 160 unit alutsista digunakan, termasuk tank K2, howitzer K55A1, helikopter Apache, dan jet siluman F-35A.
Ketika jet KF-16 berpartisipasi dalam latihan tersebut, pilot secara tidak sengaja menjatuhkan empat bom MK-82 pada pukul 10.04 waktu setempat, yang menghantam kawasan padat penduduk.
Dampak dari ledakan itu merusak sejumlah bangunan, termasuk gereja dan rumah-rumah penduduk. Pihak berwenang segera mengevakuasi warga setempat untuk menghindari korban lebih lanjut.
Reaksi Angkatan Udara Korea Selatan
Sebagai respons terhadap tragedi tersebut, Angkatan Udara Korea Selatan segera meminta maaf dan menyatakan akan memberikan kompensasi penuh kepada para korban.
Dalam pernyataan yang dikutip oleh Yonhap, pihak militer mengatakan, “Kami memohon maaf atas jatuhnya korban sipil karena insiden peluncuran (bom) secara abnormal dan mendoakan lekas pulih bagi mereka yang terluka. Kami segera mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan, termasuk memberi kompensasi untuk kerusakan.”
Dua orang dilaporkan menderita luka serius akibat ledakan ini. Selain dua warga sipil yang terkena dampak, dua prajurit Korea Selatan dan dua warga negara asing juga mengalami cedera. Angkatan Udara Korea Selatan telah meluncurkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini.
Penyelidikan dan Kesalahan Pilot
Hasil penyelidikan awal mengungkapkan bahwa insiden ini kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan pilot.
Seorang pejabat Angkatan Udara Korea Selatan menyebutkan bahwa pilot salah memasukkan koordinat target sebelum pesawat lepas landas. Akibat kesalahan tersebut, bom yang dijatuhkan tidak mengenai sasaran yang telah ditentukan, melainkan mendarat di wilayah pemukiman sekitar 8 km dari target.
Angkatan Udara Korea Selatan kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa komunikasi lalu lintas udara untuk mengetahui lebih jelas penyimpangan yang terjadi selama penerbangan. Sebagai tindakan pencegahan, Kementerian Pertahanan Korea Selatan juga mengumumkan penangguhan sementara untuk latihan tembakan langsung hingga penyelidikan selesai.
Tanggung Jawab Militer
Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan, Jenderal Lee Young-su mengungkapkan rasa tanggung jawab penuh atas insiden ini.
“Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh dan para pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban. Kami juga akan melaksanakan pendidikan keamanan tambahan bagi para personel, termasuk pilot, dalam penanganan persenjataan udara,” ujar Jenderal Lee.
Sebagai bagian dari respons mereka, pihak Angkatan Udara Korsel berjanji untuk memberikan kompensasi sepenuhnya kepada korban, baik dalam bentuk materi, fisik, maupun dukungan mental bagi warga yang terdampak.
Insiden ini menyoroti pentingnya pelatihan dan prosedur yang lebih ketat dalam penggunaan persenjataan udara. Meski insiden ini berawal dari kesalahan teknis, dampaknya terasa sangat besar bagi warga sipil yang menjadi korban. Pemerintah Korea Selatan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki prosedur guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.