JAKARTA – Indonesia mencatat sejarah baru dalam modernisasi militernya. Jet tempur Rafale B pertama pesanan TNI Angkatan Udara terlihat di landasan pacu fasilitas Dassault Aviation di Bordeaux, Prancis, Selasa (16/9).
Pesawat tempur dengan nomor seri T-0301 itu siap menjalani penerbangan perdananya sebagai bagian dari kontrak kerja sama besar antara Indonesia dan Prancis.
Foto eksklusif Rafale B tersebut diunggah oleh fotografer Swidersk Maciejka melalui akun Instagram @seasia.news.
Pesawat multiperan dua kursi itu menandai langkah awal dari pengiriman 24 unit jet Rafale pada tahap pertama kontrak.
Dari jumlah tersebut, enam pesawat dijadwalkan tiba di Indonesia pada awal 2026, menjadi tonggak penting transformasi kekuatan udara nasional.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi paket pertahanan Indonesia pada akhirnya akan mencakup pengiriman 66 pesawat tempur Rafale F4, menjadikan Indonesia salah satu operator non-Eropa terbesar untuk pesawat tempur multiperan Prancis tersebut dengan perkiraan biaya melebihi 8,5 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Strategi Penempatan Rafale untuk Kekuatan Nasional
Rafale yang akan datang ke Indonesia direncanakan memperkuat armada TNI AU di dua pangkalan strategis, yakni Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, serta Pangkalan Udara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.
Kehadiran jet tempur generasi terbaru ini akan menggantikan pesawat tempur ringan BAE Hawk 100/200 yang telah menua.
Selain pengadaan alutsista, Indonesia juga telah mempersiapkan sumber daya manusianya. Pada Agustus lalu, empat pilot TNI AU bersama 12 teknisi telah mengikuti pelatihan intensif pengoperasian Rafale di Prancis.
Langkah ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun kemampuan pertahanan udara modern.
Antusiasme Publik Sambut Rafale RI
Kehadiran jet tempur Rafale RI mendapat sorotan luas publik Tanah Air. Banyak warganet menunjukkan kebanggaannya di media sosial.
“Aduhai gantengnya,” tulis akun @robby_ricardo292.
“Riau untuk jaga laut LCS [Laut China Selatan]. Pontianak untuk operasi Ambalat bila diusik kedaulatan,” komentar pengguna lainnya.
Tak bisa dipungkiri, pesawat tempur Rafale tidak hanya memperkuat kedaulatan udara Indonesia, tetapi juga menjadi simbol modernisasi alutsista sekaligus diplomasi pertahanan dengan Prancis.***