JAKARTA – Pembalap Honda HRC, Joan Mir, merasa bangga setelah berhasil menyalip Ducati yang dikendarain Fermin Aldeguer dalam balapan MotoGP Malaysia akhir pekan lalu. Aksi itu menjadi bukti nyata peningkatan performa motor Honda yang selama ini dikenal tertinggal dalam hal kecepatan.
Mir berhasil finis di posisi ketiga, meraih podium keduanya dalam empat balapan terakhir, di belakang Alex Marquez dan Pedro Acosta. Sementara itu, Francesco Bagnaia gagal finis setelah mengalami kebocoran ban pada lap akhir.
Start dari posisi ketujuh, Mir menunjukkan agresivitas tinggi sejak awal. Ia menyalip Aldeguer di tikungan terakhir pada lap kedua dan terlibat duel sengit hingga lintasan lurus start/finish, sebelum akhirnya mengambil alih posisi di Tikungan 1.
Selama ini, kurangnya kecepatan puncak menjadi kelemahan utama Honda. Namun, pada balapan kali ini Mir mencatat kecepatan tertinggi 333,3 km/jam, bahkan mencapai 338,5 km/jam di sesi kualifikasi—hanya sedikit di bawah KTM milik Acosta.
Meskipun mengakui kondisi tertentu turut memengaruhi hasil, Mir menilai pencapaiannya menyalip Ducati menunjukkan kemajuan signifikan mesin Honda.
“Kami tidak memiliki mesin baru, jadi inilah kenyataannya. Memang benar bahwa motor Aldeguer bukanlah motor Ducati yang tercepat,” ujar Mir, dilansir dari Motorsport, Selasa (28/10/2025).
“Di masa lalu, kami hanya bermimpi untuk mengikutinya, dan sekarang kami memiliki kesempatan. Kami terus berkembang. Menyalip Ducati di lintasan lurus membuat saya bangga.”
Honda sendiri tampil lebih kompetitif sejak memperkenalkan paket peningkatan pasca jeda musim panas. Rekan setim Mir, Luca Marini, sempat finis keempat pada Sprint Race di Hungaria, sementara Mir juga membawa Honda ke podium di GP Jepang bulan lalu.
Meski begitu, Mir menilai masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.
“Saya bisa lebih banyak menyerang bagian depan, saya bisa membelokkan motor lebih banyak di tikungan,” jelasnya.
“Tapi kami masih kesulitan dengan cengkeraman, terutama di trek dengan grip rendah. Kami bekerja untuk memperbaikinya tahun depan agar punya paket yang lebih kompetitif.”
Sebagai juara dunia MotoGP 2020, Mir menekankan bahwa kemajuan Honda merupakan hasil kerja keras jangka panjang.
“Ini bukan sesuatu yang berkaitan dengan jangka pendek, ini pekerjaan jangka panjang — memberikan informasi kepada insinyur, bekerja sama, membangun paket yang kompetitif. Dan sekarang, kami harus menikmati momen ini,”
tutupnya dengan optimistis.