JAKARTA – Pebalap Aprilia Racing, Jorge Martin, menegaskan betapa beratnya tuntutan fisik yang harus dijalani pebalap MotoGP, bahkan jika dibandingkan dengan ajang balap bergengsi Formula 1. Hal itu ia ungkapkan saat berbincang langsung dengan pebalap F1, Lando Norris, pada akhir pekan MotoGP di Misano, Italia.
Menurut Martin, pertemuan tersebut membuka sudut pandang baru bagi Norris mengenai kerasnya balapan motor. Norris disebut terkejut dengan kondisi fisik yang harus dijaga pebalap MotoGP selama balapan. “Lando terkesan dengan betapa tingginya detak jantung saya selama balapan,” kata Martin, dikutip dari Speedweek, Selasa (6/1/2026).
Martin menjelaskan, jika pebalap F1 cenderung duduk stabil di kokpit, pebalap MotoGP harus terus menggerakkan seluruh tubuh di atas motor. “Saya hampir mencatat 200 denyut jantung per menit sepanjang balapan. Itu sebabnya saya melakukan banyak latihan daya tahan,” ujarnya.
Jorge Martin: Tanggung Jawab Pebala MotoGP Lebih Besar
Angka tersebut mencerminkan besarnya beban fisik yang diterima pebalap MotoGP, mulai dari akselerasi, pengereman keras, hingga perubahan arah ekstrem di setiap tikungan. Selain itu, Martin menyoroti tanggung jawab pebalap MotoGP yang lebih besar di lintasan.
“Di Formula 1, pebalap mendapat banyak bantuan dari kru pit. Karena itu, dia terkesan melihat kami harus mengatur sendiri mapping mesin dan berbagai setelan lainnya,” jelas Martin.
Pebalap asal Spanyol itu menegaskan, tanpa latihan fisik terarah, pola makan terjaga, serta pemulihan optimal, sulit bagi pebalap untuk tampil kompetitif di MotoGP modern. “Saya melihat data setiap hari. Saya benar-benar terobsesi dengan kondisi fisik saya. Ini sudah menjadi gaya hidup,” tutupnya.
