VINECE — Julia Roberts tak kuasa menahan air mata saat film terbarunya, After the Hunt, mendapat standing ovation selama enam menit dalam pemutaran perdana pada Festival Film Venice, Jumat malam (29/8/2025). Film drama besutan Luca Guadagnino ini menampilkan Roberts sebagai Alma Olsson, seorang profesor Ivy League yang dihormati, namun harus menghadapi masa lalunya setelah seorang kolega dituduh melanggar batas terhadap mahasiswa.
Saat tepuk tangan menggema di Sala Grande, Roberts menyeka air mata, meniupkan ciuman ke arah penonton, dan memeluk sang sutradara serta para lawan mainnya, Ayo Edebiri dan Andrew Garfield. Di karpet merah, mereka disambut sorakan “Julia!” dan “Luca!”, sementara Garfield mencuri perhatian dengan setelan biru tajam dan penampilan bersih tanpa janggut.
Film produksi Amazon MGM Studios ini langsung memicu kontroversi di Lido. Dalam konferensi pers yang memanas, Roberts membantah bahwa After the Hunt sengaja memancing polemik soal gerakan #MeToo dan budaya pembatalan.
“Kami tidak membuat pernyataan; kami sedang menggambarkan orang-orang ini dalam momen waktu ini,” ujar Roberts, dilansir dari Variety.
“Saya tidak tahu soal kontroversi, secara khusus, tapi kami menantang orang-orang untuk berdialog. Apakah Anda merasa bersemangat atau marah tentang hal ini, itu terserah Anda. Jika membuat film ini menghasilkan sesuatu, maka membuat semua orang saling berbicara adalah hal paling menggembirakan yang bisa kami capai.”
Selain Roberts, film ini juga dibintangi Michael Stuhlbarg dan Chloë Sevigny. Naskahnya ditulis oleh Nora Garrett dalam debut layar lebarnya, dan diproduseri oleh Guadagnino bersama Brian Grazer, Jeb Brody, dan Allan Mandelbaum.
Guadagnino sendiri bukan nama baru di Venice. Ia telah memamerkan sejumlah karya di festival ini sejak 1999, termasuk Suspiria (2018) dan Bones and All (2022) yang meraih Silver Lion untuk Sutradara Terbaik.
After the Hunt akan tayang di bioskop New York dan Los Angeles mulai 10 Oktober, dan rilis secara luas pada 17 Oktober.