SYDNEY — Pendiri WikiLeaks sekaligus aktivis asal Australia, Julian Assange, turut bergabung dalam aksi pro-Palestina yang melibatkan puluhan ribu warga di Sydney Harbour Bridge, Minggu (3/8/2025). Aksi ini menjadi bagian dari gelombang solidaritas global terhadap rakyat Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza.
Selain Assange, sejumlah tokoh publik seperti Wali Kota Sydney Clover Moore dan mantan pesepak bola Craig Foster juga terlihat di antara massa yang memenuhi ikon jembatan kota tersebut. Di Melbourne, sekitar 25.000 orang turut menggelar aksi serupa.
Demonstrasi besar ini berlangsung hanya beberapa hari setelah konferensi internasional yang digagas oleh Prancis dan Arab Saudi, di mana 15 negara termasuk Australia menyerukan pengakuan resmi terhadap negara Palestina.
Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menyatakan bahwa negaranya akan mengumumkan pengakuan tersebut dalam Sidang Umum PBB pada September mendatang. Langkah ini disusul oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang menyatakan Inggris akan mengikuti jika Israel gagal menghentikan krisis kemanusiaan di Gaza.
Negara-negara lain seperti Kanada, Malta, Portugal, dan kemungkinan Finlandia juga menyatakan kesiapan untuk mengakui Palestina secara resmi. Namun, langkah ini mendapat kecaman keras dari Israel dan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, yang hingga kini masih memveto keanggotaan penuh Palestina di PBB.
Sejak perang Gaza meletus pada 7 Oktober 2023, sebanyak 10 negara telah menambah daftar pengakuan terhadap Palestina, termasuk Irlandia, Norwegia, Spanyol, dan Armenia. Total kini tercatat 147 negara yang telah mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.