GAZA – Jumlah jurnalis yang tewas akibat agresi militer Israel di Jalur Gaza kembali bertambah. Seorang jurnalis Palestina, Mohammed Al-Khalidi, meninggal dunia pada Senin (11/8/2025) setelah sebelumnya mengalami luka serius dalam serangan yang menargetkan tenda wartawan di dekat Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza barat.
Menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza, Al-Khalidi merupakan jurnalis dari kantor berita Sahat. Ia menjadi korban keenam dari serangan udara Israel pada Minggu malam yang juga menewaskan lima koresponden Al Jazeera, termasuk Anas al-Sharif dan Mohamed Qraiqea.
“Kematian Khalidi menambah jumlah wartawan yang tewas kemarin di Gaza menjadi enam orang dan jumlah keseluruhan wartawan Palestina yang tewas akibat serangan tentara Israel di Jalur Gaza menjadi 238 orang,” ungkap Kantor Media Pemerintah Gaza, dilansir dari Anadolu.
Pemerintah Gaza mengecam keras penargetan sistematis terhadap wartawan yang disebut sebagai bagian dari upaya untuk membungkam kebenaran dan menutup akses informasi publik.
Pemerintah Gaza menyatakan bahwa pembunuhan ini merupakan bentuk “pembunuhan sistematis Israel terhadap wartawan Palestina di Gaza” dan menyerukan lembaga hak asasi manusia serta institusi media global untuk “mengutuk kejahatan sistematis terhadap wartawan Gaza ini.”
Insiden ini menambah panjang daftar kejahatan yang dituduhkan kepada Israel sejak dimulainya perang di Gaza pada Oktober 2023. Serangan yang disebut sebagai genosida tersebut telah menewaskan lebih dari 61.400 orang, sebagian besar warga sipil.
Israel kini menghadapi tekanan hukum internasional. Pada November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Israel juga sedang menjalani proses hukum di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tuduhan genosida yang dilakukan selama operasi militer di Gaza.