JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat gempa bumi besar di Venezuela meningkat menjadi 235 orang, menurut keterangan Menteri Kesehatan Carlos Alvarado.
“Hingga pukul 19.00 hari ini, kami telah memberikan bantuan kepada lebih dari 4.300 orang yang terluka. Sebagian besar dari mereka mengalami luka ringan, tetapi ada juga pasien dengan kondisi sedang hingga parah, banyak yang membutuhkan operasi,” ujarnya melalui siaran televisi pemerintah VTV, dilansir Sputnik, Jumat (26/6/2026).
Alvarado menambahkan, sekitar 235 orang tiba di rumah sakit dalam keadaan sudah tak bernyawa atau meninggal segera setelah mendapat perawatan. Situasi paling kritis tercatat di negara bagian La Guaira, dengan jumlah kematian dan cedera tertinggi. Pemerintah segera mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional, mengerahkan lebih dari 5.000 tenaga medis termasuk 1.200 dokter. Klinik swasta juga turut membantu, dengan lebih dari 150 pasien dirawat di fasilitas non-pemerintah, sementara korban luka ringan banyak yang sudah dipulangkan.
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez menyebutkan setidaknya 250 bangunan rusak atau hancur total, termasuk delapan rumah sakit dan 20 pusat perbelanjaan. “Hingga saat ini, 250 bangunan dianggap rusak atau hancur total. Delapan rumah sakit rusak, beberapa di antaranya harus dievakuasi. Dua puluh pusat perbelanjaan dan 68 fasilitas infrastruktur juga rusak,” kata Rodriguez dalam pidato yang disiarkan VTV.
Bencana ini menandai salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Venezuela, dengan dampak luas terhadap infrastruktur dan layanan kesehatan.