BANDUNG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, meninjau pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 di SMA Negeri 1 Kota Bandung. Hingga Sabtu (14/6/2025), jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 262.000 siswa dari kuota yang tersedia sebanyak 329.000 siswa.
“Sudah mencapai 81 persen. Ini baru empat hari, masih ada beberapa hari ke depan, silakan manfaatkan dengan baik,” ujar Herman.
Ia juga mengonfirmasi bahwa kendala teknis sempat terjadi pada hari kedua pelaksanaan SPMB, tetapi telah diperbaiki, sehingga proses kini berjalan normal. Tahap 1 berlangsung hingga 16 Juni, sementara tahap 2 dibuka dari 24 Juni hingga 1 Juli. Herman menegaskan bahwa Pemprov Jabar memastikan sistem penerimaan berjalan transparan dan bebas dari praktik korupsi.
“Masyarakat Bandung, terutama yang berada dalam zonasi SMA 1 Bandung, masih punya waktu hingga 16 Juni. Sementara jalur prestasi dapat dimanfaatkan pada 24 Juni hingga 1 Juli,” tambahnya.
Herman menekankan pentingnya akses pendidikan bagi seluruh anak di Jawa Barat, sesuai amanat Gubernur. Ia memastikan bahwa tidak boleh ada anak yang putus sekolah. Jalur afirmasi disediakan bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kota Bandung, Tuti Kurniawati, mengungkapkan bahwa proses SPMB berjalan lancar meski verifikasi sempat mengalami penumpukan.
“Kemarin, hari kedua ada gangguan teknis, tapi sekarang sudah normal. Tidak ada kendala, hanya saja verifikasi masih cukup menumpuk. Kami mohon orang tua bersabar,” jelasnya.
SMA Negeri 1 Kota Bandung memiliki daya tampung 396 siswa dengan berbagai jalur penerimaan, termasuk zonasi, afirmasi, mutasi, dan prestasi akademik maupun non-akademik. Hingga hari ketiga, pendaftar mencapai sekitar 262 siswa dan diperkirakan akan terus bertambah hingga batas akhir pendaftaran.
