JAKARTA – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla mendesak polisi mengungkap tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, cccccccccccccccccccccccccccccccccccccccc.
Serangan terjadi Kamis malam, 12 Maret 2026, di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat. Andrie Yunus, usai merekam podcast bertema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor YLBHI, diserang dua pelaku yang mengendarai sepeda motor dan menyiramnya dengan cairan korosif. Korban berteriak kesakitan dan terjatuh.
“Kita berharap polisi benar-benar mengusut kasus ini. Siapa pun dalangnya, harus terungkap,” tegas Jusuf Kalla di kediamannya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).
Kalla menilai serangan ini serius dan berpotensi terkait kiprah Andrie sebagai pembela hak asasi manusia, mirip kasus penyiraman Novel Baswedan. Ia menekankan penyelidikan harus menelusuri semua motif, termasuk pihak yang merasa dirugikan oleh aktivitas korban.
“Polisi harus aktif dan tegas dalam mengungkap pelaku serta latar belakangnya,” tambahnya.
Polda Metro Jaya masih menyisir bukti, termasuk rekaman CCTV. Andrie Yunus dirawat intensif dengan luka bakar 24 persen di wajah, dada, tangan, dan mata kanan yang memerlukan operasi untuk menyelamatkan penglihatan.
Kasus ini memicu kecaman luas, dianggap ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat. Publik menuntut identitas pelaku dan dalang di balik serangan segera terungkap, demi keamanan aktivis HAM di Indonesia.