Korea Selatan akhirnya membuka “pintu gerbang” lebih lebar bagi wisatawan asal Indonesia. Dalam sebuah langkah berani untuk mendongkrak industri pariwisata nasional, Pemerintah Seoul resmi mengumumkan paket reformasi besar-besaran, termasuk rencana pemberian bebas visa bagi turis asal Tanah Air.
Kebijakan ini merupakan bagian dari visi ambisius Presiden Lee Jae Myung untuk menjaring 30 juta wisatawan asing dan menjadikan Korea Selatan sebagai destinasi utama dunia, bersaing ketat dengan lonjakan turis di Jepang.
Karpet Merah untuk Wisatawan Indonesia
Melansir Korea Times, Kamis (26/2/2026), skema uji coba ini memungkinkan turis Indonesia yang datang dalam grup minimal tiga orang untuk menikmati fasilitas bebas visa. Tak hanya itu, bagi warga Asia Tenggara yang sudah pernah berkunjung sebelumnya, pemerintah menyediakan opsi multiple-entry visa yang berlaku hingga 5 atau 10 tahun.
Seoul juga mempermodern sistem imigrasinya. Gerbang otomatis di bandara yang sebelumnya eksklusif bagi negara maju, kini mulai dibuka lebih luas guna memangkas antrean panjang dan memberikan kenyamanan sejak injakan kaki pertama di Negeri Ginseng.
Melawan Dominasi Jepang & Demam K-Culture
Meski kunjungan tahun 2025 mencapai rekor 18 juta jiwa, Korea Selatan menyadari mereka masih tertinggal dari Jepang yang mencatatkan 43 juta kunjungan. Menteri Kebudayaan Chae Hwi-young menegaskan bahwa momentum “Masa Emas” dari K-Pop dan K-Drama harus dikonversi menjadi kunjungan nyata.
Strategi baru bertajuk “K-Tourism Embraces the World” diluncurkan untuk memecah kepadatan di Seoul. Pemerintah akan:
-
Menambah rute penerbangan langsung ke bandara-bandara regional.
-
Memperluas layanan bus malam dari Bandara Incheon hingga ke Provinsi Chungcheong dan Gangwon.
-
Mempermudah reservasi KTX (kereta cepat) agar bisa dipesan jauh-jauh hari.
Perang Melawan “Harga Getok”
Presiden Lee Jae Myung tidak main-main dalam menjaga citra pariwisatanya. Pemerintah menerapkan kebijakan tanpa toleransi bagi pelaku usaha yang mematok harga tidak wajar atau “getok harga” kepada turis.
Sistem pelaporan mandiri akan diberlakukan untuk akomodasi, dan perusahaan rental mobil di Pulau Jeju akan diawasi ketat agar tidak menaikkan harga secara gila-gilaan saat musim liburan. Bahkan, hotel yang membatalkan pesanan secara sepihak tanpa alasan jelas akan menghadapi sanksi berat.
Pengalaman Menginap Kelas Atas
Korea Selatan juga berencana menyulap Hanok (rumah tradisional), kuil, dan desa rakyat menjadi penginapan premium ala “parador” Spanyol. Fokus utama kampanye ‘Visit Korea Year’ (2027-2029) nantinya akan mencakup jalur K-beauty, tur kuliner K-food, hingga gaya hidup hiking ala warga lokal.
“Pariwisata bukan sekadar menjual tiket perjalanan, tapi menciptakan kenangan berharga,” tegas Presiden Lee. Dengan bebas visa di tangan, impian warga Indonesia untuk berjalan di lokasi syuting drakor kini semakin dekat menjadi kenyataan.