Di tengah deru mesin perang dan barisan tentara yang kaku, sebuah pemandangan tak biasa mencuri perhatian dunia pada parade militer terbaru di Korea Utara, Kamis (26/2/2026). Pemimpin tertinggi Kim Jong Un tampil ikonik dengan jaket kulit hitam mengilat, namun kali ini ia tidak sendirian.
Di sampingnya, sang putri remaja, Kim Ju Ae, mengenakan pakaian yang identik—sebuah sinyal visual yang dianggap para analis sebagai proklamasi takhta.
Penampilan “kembar” ini bukan sekadar urusan fashion. Di negara paling tertutup di dunia, setiap kancing baju pemimpin membawa beban politik yang masif.
Simbolisme di Atas Karpet Merah
Analis Lim Eul-chul menyoroti bahwa jaket kulit adalah “seragam” kemenangan Kim Jong Un, simbol ketegasan sang penjamin keamanan nasional. Ketika busana keramat ini dipakaikan kepada Ju Ae, pesan yang dikirim ke seluruh dunia sangatlah jernih: Inilah penerus garis keturunan Paektu.
Langkah kaki Ju Ae di atas karpet merah, beriringan dengan ayahnya saat menerima penghormatan militer, mempertegas statusnya yang kini telah melampaui sekadar “anak kesayangan”. Ia kini berdiri di puncak hierarki, meski usianya diperkirakan masih di awal belasan tahun.
Remaja Mewah di Tengah Kedisiplinan
Meskipun belum memiliki gelar resmi di Partai Buruh, kehadiran Ju Ae di penutupan kongres partai menunjukkan ia sedang menjalani “magang” kepemimpinan tingkat tinggi. Menariknya, Ju Ae juga dikenal karena selera fesyennya yang kontras dengan rakyatnya.
Selain jaket kulit khas ayahnya, ia kerap tertangkap kamera mengenakan kacamata hitam Gucci dan jam tangan Cartier.
“Dia tampil menonjol, seolah-olah dunia sedang dipersiapkan untuk menerima kehadirannya sebagai wajah masa depan Korea Utara,” ujar pakar urusan Korea, Leif-Eric Easley.
Jejak yang Semakin Terang
Dunia pertama kali mengenal Kim Ju Ae pada tahun 2022 saat ia menemani sang ayah menyaksikan peluncuran rudal balistik antarbenua. Sejak saat itu, frekuensi kemunculannya terus meningkat. Intelijen Korea Selatan pun kini meyakini bahwa Ju Ae memang dipersiapkan untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan tangan besi keluarga Kim.
Meski ibunya, Ri Sol Ju, juga tampil dengan busana serupa dalam parade tersebut, sorotan utama tetap tertuju pada chemistry ayah dan anak ini. Di balik jaket kulit yang serasi itu, tersimpan rencana besar Pyongyang untuk memastikan dinasti mereka tetap tak tergoyahkan di masa depan.