Penantian panjang penyanyi Denada untuk merengkuh kembali putranya, Ressa Rizky Rossano, akhirnya terbayar tuntas. Dalam sebuah pertemuan yang sengaja dirahasiakan dari sorot kamera publik pada Kamis (19/3/2026), ibu dan anak ini terlibat dalam momen emosional yang sanggup meluluhkan hati siapa pun yang melihatnya.
Pertemuan tersebut terjadi di sebuah restoran di kawasan Jakarta Selatan. Tak ada kemarahan, yang ada hanyalah kerinduan yang membuncah. Saat pintu terbuka dan keduanya saling beradu pandang, tangis pun pecah seketika.
Tangis yang Tak Terbendung
Manajer Denada, Risna Ories, membagikan kesaksian mengenai betapa indahnya rekonsiliasi tersebut. Dalam rekaman video yang diperlihatkan, tampak Denada yang duduk di kursi langsung merengkuh Ressa erat-erat. Keduanya menangis tersedu-sedu, saling memeluk seolah tak ingin lagi terpisahkan oleh waktu.
“Alhamdulillah, alhamdulillah… itu masyaallah banget, indah banget pertemuannya. Ressa sampai duluan, lalu Denada datang. Begitu buka pintu, melihat Ressa, dia langsung menangis. Ressa pun berdiri, bersalaman, dan langsung memeluk ibunya sambil menangis,” cerita Risna di Tangerang Selatan, Jumat (20/3/2026).
Kehadiran Pihak Netral demi Hubungan Sehat
Demi menjaga agar suasana tetap kondusif dan emosi tetap terjaga, pertemuan ini didampingi oleh psikolog Intan Erlita sebagai pihak netral. Hadir pula kakak perempuan Ressa, Sheila, yang ikut menyaksikan momen bersejarah bagi keluarga mereka.
“Kita semua pengin ada pihak yang netral, supaya tidak ada kesan satu lawan satu. Semuanya dilakukan demi kebaikan ibu dan anak ini,” tambah Risna.
“Panggil Aku Ibu”
Satu hal yang paling menyentuh adalah perkembangan hubungan komunikasi mereka. Jika sebelumnya Ressa masih merasa canggung dan memanggil Denada dengan sebutan ‘Mbak’, dalam obrolan hangat setelah berpelukan, Denada mulai mengajari Ressa untuk kembali menggunakan panggilan ‘Ibu’.
Perlahan namun pasti, sebutan ‘Ibu’ mulai terucap dari bibir Ressa, menandakan babak baru yang lebih positif dalam hubungan mereka. Di momen menjelang Lebaran ini, Denada tidak hanya mendapatkan kembali kehadiran anaknya, tapi juga martabatnya sebagai seorang ibu di mata sang putra.