Kabar yang dinanti-nanti jutaan penggemar jet darat akhirnya tiba. Sirkuit Istanbul Parky Turki yang legendaris dilaporkan telah mencapai kesepakatan besar untuk kembali menjadi tuan rumah Grand Prix Turki mulai musim 2027. Setelah absen selama enam tahun, salah satu lintasan paling menantang di dunia ini siap menyuguhkan kembali drama kecepatan tinggi.
Kembalinya Turki ke kalender F1 bukan tanpa alasan. Perkembangan ini menyusul keputusan strategis F1 untuk memberlakukan sistem rotasi antara sirkuit Barcelona dan Spa-Francorchamps mulai 2027. Dengan berakhirnya kontrak GP Belanda di Zandvoort pada 2026, sebuah slot kosong terbuka lebar, dan Istanbul Park muncul sebagai pemenang utama untuk mengisinya secara permanen.
Laporan dari Motorsport Türkiye menyebutkan bahwa negosiasi telah mencapai tahap final. Turki dikabarkan siap merogoh kocek sebesar €60 juta (sekitar Rp1 triliun) per tahun untuk kontrak jangka panjang minimal lima tahun.
Tikungan 8: Ujian Nyali Para Pembalap
Apa yang membuat kembalinya Istanbul Park begitu istimewa? Jawabannya adalah Tikungan 8. Dirancang oleh Hermann Tilke, tikungan ini bukan sekadar belokan biasa. Dengan panjang 640 meter dan empat titik puncak (apex), pembalap dipaksa menahan tekanan G-force yang ekstrem secara terus-menerus.
“Ini adalah tikungan yang luar biasa,” puji Lewis Hamilton. Bahkan mantan juara dunia Nico Rosberg menyebutnya sebagai “tikungan yang dibicarakan semua orang.” Kehadiran kembali tikungan maut ini dipastikan akan menguji fisik dan mentalitas generasi baru pembalap F1.
Dukungan Penuh Pemerintah
Ambisi Turki untuk kembali tidak main-main. Federasi Olahraga Otomotif Turki (TOSFED) telah mengantongi dukungan penuh dari Presiden Recep Tayyip Erdogan. Pertemuan tingkat tinggi antara pemerintah Turki dan Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, pada 2025 menjadi kunci pembuka jalan bagi kesepakatan ini.
Balapan terakhir di Istanbul Park pada 2021—yang digelar sebagai pengganti saat pandemi—sukses menyedot hampir 100.000 penonton. Kini, dengan kesepakatan permanen, Turki tidak hanya ingin sekadar mampir, tapi ingin menjadi ikon tetap dalam perayaan kecepatan paling bergengsi di bumi.