OTTAWA, CANADA – Ketegangan Kanada-Amerika Serikat meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor baja dan aluminium Kanada menjadi 50%. Sebagai respons, Ontario mengancam menaikkan tarif ekspor listrik ke AS hingga 25%.
“Jika ketegangan dengan Amerika Serikat meningkat, saya tidak akan ragu untuk memutus aliran listrik sepenuhnya,” tegas Gubernur Ontario, Doug Ford
Dia menambahkan, langkah ini bukan keinginannya, melainkan akibat dari kebijakan Presiden Trump.
“Saya merasa kasihan dengan warga Amerika, karena bukan mereka yang memulai perang dagang ini. Hanya satu orang yang bertanggung jawab, yaitu Presiden Trump,” ujarnya.
Gedung Putih Peringatkan Konsekuensi Serius
Gedung Putih tidak tinggal diam. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, memperingatkan Kanada akan menghadapi konsekuensi serius jika negeri itu benar-benar memutus pasokan listrik ke AS.
“Akan ada konsekuensi serius yang dijatuhkan kepada Kanada jika mereka berpikir memutus pasokan listrik kepada Amerika Serikat dan warga kami,” kata Leavitt.
Leavitt juga menegaskan komitmen Presiden Trump untuk mengurangi ketergantungan AS pada pasokan listrik dari luar negeri. Namun, dia mencoba meredakan ketegangan dengan meminta Kanada untuk tidak mengambil langkah drastis.
“Kanada akan sangat bijaksana untuk tidak memutus aliran listrik bagi warga Amerika, dan kami berharap itu tidak terjadi,” ujarnya.
Tawaran Kontroversial, Kanada Jadi Negara Bagian ke-51 AS?
Leavitt juga menyebut Kanada sebagai tetangga dan mitra AS, tetapi dia mengusulkan ide yang cukup kontroversial.
“Mungkin mereka sekarang menjadi pesaing, tapi percayalah bahwa warga Kanada akan mendapat banyak manfaat jika menjadi negara bagian ke-51 AS,” ujarnya.
Tawaran ini tentu saja menuai reaksi beragam, terutama dari pihak Kanada yang selama ini mempertahankan kedaulatannya.
Dampak Potensial bagi Kedua Negara
Jika ancaman pemutusan pasokan listrik benar-benar terjadi, dampaknya akan sangat signifikan bagi kedua negara. AS, yang selama ini mengandalkan pasokan listrik dari Kanada, terutama di wilayah perbatasan, bisa mengalami krisis energi. Di sisi lain, Kanada juga berisiko kehilangan pendapatan besar dari ekspor listrik ke AS.
Ketegangan ini memperlihatkan betapa rumitnya hubungan dagang dan politik antara kedua negara tetangga ini. Sementara warga kedua negara berharap agar konflik ini tidak berlarut-larut dan merugikan banyak pihak.