JAKARTA – Sebuah kapal kontainer di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA) terkena proyektil tak dikenal pada Kamis dini hari, memicu kebakaran kecil di atas kapal. UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan seluruh awak selamat, sementara penilaian kerusakan terhambat oleh kondisi gelap.
Insiden ini menjadi serangan keenam dalam dua hari terhadap kapal di Teluk Persia, di tengah meningkatnya serangan Iran terhadap kapal tanker minyak, kapal kargo, dan pasokan energi. Serangan terjadi sekitar 35 mil laut utara Jebel Ali, pelabuhan besar dekat Dubai.
Dilansir dari turkiyetoday, Kamis (12/3/2026), sejumlah serangan lain juga dilaporkan: dua kapal tanker minyak terbakar di perairan Irak, menewaskan satu orang dan menyelamatkan 38 awak; sebuah kapal pengangkut barang curah Thailand dihantam dua proyektil di Selat Hormuz, menyebabkan kebakaran di ruang mesin dan tiga kru dilaporkan hilang. Garda Revolusi Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal Thailand dan sebuah kapal berbendera Liberia.
Dampak serangan meluas ke sektor energi. Terminal minyak Irak menangguhkan operasi, sementara terminal ekspor minyak Mina Al Fahal di Oman dievakuasi. Menurut data Kpler, sekitar 1 juta barel minyak Oman diekspor setiap hari dari pelabuhan tersebut. Analis memperingatkan jika gangguan berlanjut, pasokan energi regional dan global akan semakin terancam.
“Pasar harus mulai mengkhawatirkan lebih dari sekadar aliran minyak Selat Hormuz,” kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas ING Groep NV di Singapura.