JAKARTA – Kapal Mikeno, yang memisahkan diri dari armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla, berhasil mencapai perairan teritorial Gaza pada Kamis pagi (2/10/2025) waktu setempat. Data dari alat pelacak resmi armada menunjukkan kapal ini memasuki wilayah perairan Gaza, namun sinyal pelacakannya hilang saat kapal sekitar 9,3 mil laut dari pantai Gaza.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah Mikeno diserang atau menghindar dari pasukan Israel, ataukah terjadi gangguan teknis pada alat pelacak. Ramazan Tunc, anggota Delegasi Turkiye di Global Sumud Flotilla, menyatakan kepada Anadolu bahwa kapal Mikeno telah berhasil menembus blokade.
“Ini berarti blokade telah dipatahkan dalam praktiknya. Saya ingin berbagi kegembiraan dengan Anda membawa kapal kami Mikeno ke Gaza, yang selama bertahun-tahun, orang-orang bilang tidak mungkin dipatahkan, dan Jalur Gaza yang telah diblokade Israel dengan kekuatan besar dari darat dan laut,” kata Tunc, dilansir dari Anadolu.
Ia menambahkan, “Ini menunjukkan Israel adalah macan kertas. Yang terpenting, kita telah mematahkan blokade dalam pikiran kita. Saya menyapa semua orang, berharap hari-hari di mana kita akan merangkul saudara-saudari kita di Gaza yang merdeka, di Gaza yang blokadenya telah dipatahkan, sudah dekat.”
Tulay Gokcimen, anggota Delegasi Sumud Global Flotilla, menjelaskan bahwa tidak ada serangan terhadap Mikeno. Namun saat kapal Israel mendekat, para aktivis di kapal melemparkan ponsel mereka untuk menghindari pelacakan. Karena ukuran kapal yang kecil, Mikeno berhasil melanjutkan perjalanannya.
Sementara itu, Noelia Fernandez, penyelenggara armada Gaza, menyebutkan kepada media Spanyol bahwa Mikeno telah berada sekitar 7 mil dari pantai Gaza, kurang dari satu jam perjalanan menuju tujuan.
Beberapa aktivis sempat melaporkan kepada media bahwa Mikeno diserang oleh pasukan angkatan laut Israel setelah memasuki perairan Gaza. Namun, tidak ada konfirmasi terkait serangan ini dari akun resmi media sosial Sumud Flotilla.
Global Sumud Flotilla Diserang, 317 Aktivis Ditahan Israel
Pasukan angkatan laut Israel menyerang armada bantuan internasional yang mengarah ke Jalur Gaza yang terkepung dan menahan 317 aktivis, menurut penyelenggara pada Kamis. Aktivis yang ditahan berasal dari berbagai negara seperti Spanyol, Italia, Brasil, Turkiye, Yunani, Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Inggris, Prancis, dan lainnya.
Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan melalui media sosial X bahwa para aktivis yang ditahan sedang dalam perjalanan ke Pelabuhan Ashdod Israel dan akan dideportasi ke Eropa.
Pelacak armada resmi mencatat sebanyak 21 kapal telah diserang oleh pasukan Israel, sementara 23 kapal lainnya masih dalam perjalanan menuju Gaza.