SUMBAR – Kapal boat yang mengangkut rombongan anggota DPRD dan pegawai pemerintah daerah terbalik akibat hantaman badai di perairan Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. 10 orang hingga kini masih dinyatakan hilang, sementara tim SAR terus berjibaku mencari keberadaan mereka.
Peristiwa nahas ini bermula saat kapal penyeberangan berukuran 12 meter dengan mesin 40 PK berangkat dari Sikakap menuju Tuapejat.
Di tengah perjalanan, cuaca buruk dengan gelombang tinggi dan angin kencang diduga menjadi pemicu kecelakaan.
“Kami satu rombongan dengan dari Sikakap menuju Tuapejat. Saya menggunakan kapal Mego operasional kepala daerah dan boat yang ditumpangi pegawai dinas dan anggota DPRD,” ujar Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, usai menggelar rapat terbatas terkait evakuasi, Selasa (15/7/2025).
Kronologi Kecelakaan yang Mencekam
Menurut keterangan Bupati Rinto, rombongan berangkat dari penginapan Lestari di Kecamatan Sikakap pada pukul 06.30 WIB menggunakan kapal Mego, kapal operasional pemerintah. Namun, sekitar 30 menit setelah berlayar, badai disertai hujan deras dan angin kencang menghantam kapal.
“Cuaca buruk dengan badai, angin kencang, dan hujan deras terjadi sekitar 30 menit setelah mereka berangkat,”* jelas Rinto.
Kapal yang mengangkut 18 orang, termasuk pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD, hingga anak-anak, akhirnya terbalik di perairan Mapinang Ujung, Kecamatan Pagai Utara. Enam penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan berenang selama enam jam ke daratan untuk mencari pertolongan.
“Beruntung, seluruh 18 penumpang selamat setelah berenang,” ungkap Bupati Rinto dalam wawancara dengan iNews, Selasa (15/7/2025).
Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa dari 18 penumpang, 17 orang telah ditemukan selamat, sementara satu orang masih dalam pencarian intensif.
“Alhamdulillah, 17 orang sudah ditemukan selamat. Mereka dalam kondisi trauma, namun secara umum stabil dan kini dalam perjalanan ke RSUD Mentawai di Tuapejat,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Rudi, Selasa (15/7/2025).
Operasi SAR Berlangsung Intensif
Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai langsung bergerak cepat setelah menerima laporan pada pukul 17.40 WIB dari Kepala Dusun Mapinang Utara. Dua armada, KN SAR Ramawijaya 240 dan RIB 02 Mentawai, dikerahkan dari Pelabuhan Sikakap untuk menyisir lokasi kejadian yang berada pada koordinat 2°27’20.26″S 99°56’23.32″E, sekitar 32,7 mil laut dari Dermaga Tuapejat.
“Kami memfokuskan pencarian di sekitar lokasi dugaan kecelakaan untuk menemukan semua korban,” ujar Rudi dalam pernyataannya.
Operasi pencarian terus berlanjut hingga hari kedua, dengan pemantauan ketat terhadap kondisi cuaca dan perairan untuk mendukung kelancaran misi penyelamatan.
Korban dan Dampak Kecelakaan
Kapal yang terbalik mengangkut berbagai penumpang, mulai dari pegawai pemerintah daerah seperti Dinas PUPR dan Dinas PKP, hingga anggota DPRD Mentawai. Salah satu korban yang masih hilang diduga adalah anggota DPRD beserta dua anaknya, meskipun identitasnya belum diumumkan secara resmi untuk menjaga privasi keluarga.
“Beberapa sempat terlihat mengapung sebelum hilang dari pandangan. Untuk menjaga privasi, identitas belum diumumkan,” kata seorang petugas SAR.
Korban selamat kini tengah mendapatkan perawatan medis di RSUD Mentawai, meskipun sebagian besar mengalami trauma akibat insiden mengerikan tersebut.
Respons Pemerintah dan Penyebab Kecelakaan
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) turut merespons insiden ini. Berdasarkan laporan dari Kantor UPP Kelas III Sikakap, seluruh penumpang yang sempat dilaporkan hilang telah ditemukan selamat, kecuali satu orang yang masih dalam pencarian.
Kapolres Kepulauan Mentawai, AKBP Rory Ratno, menduga cuaca buruk menjadi penyebab utama kecelakaan. “Cuaca buruk diduga menjadi penyebab terjadi kecelakaan kapal tersebut,” ujarnya.
Faktor seperti standar keselamatan kapal yang lemah juga menjadi sorotan sebagai kemungkinan penyebab tambahan.
Bupati Rinto Wardana bersama Wakil Bupati dan unsur Forkopimda hadir langsung di Dermaga Tuapeijat untuk menyambut para korban selamat pada Selasa (15/7/2025). Pemerintah daerah dan Basarnas terus berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi dan perawatan korban berjalan lancar.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya standar keselamatan pelayaran, terutama di wilayah rawan cuaca ekstrem seperti Kepulauan Mentawai. Pemerintah setempat diharapkan segera mengevaluasi prosedur operasional kapal dan meningkatkan pengawasan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.