WASHINGTON – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mencatat tonggak sejarah militer setelah kapal selam penyerang cepatnya berhasil menenggelamkan kapal perang Iran menggunakan satu torpedo di Samudra Hindia. Pentagon mengonfirmasi pada Rabu (4/3/2026) bahwa operasi ini merupakan serangan torpedo pertama oleh kapal selam AS sejak Perang Dunia II berakhir pada 1945.
Konfirmasi resmi disampaikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dalam konferensi pers di Pentagon terkait Operasi Epic Fury, didampingi Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine.
“Kemarin, di Samudra Hindia… sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira mereka aman di perairan internasional,” ujar Hegseth, sebagaimana dilansir Military Times.
“Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang senyap. Ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama dengan torpedo sejak Perang Dunia II.”
Identitas kapal selam yang melancarkan serangan tersebut tidak diungkapkan, sesuai prosedur keamanan operasional ketat yang berlaku dalam operasi bawah laut.
Lokasi dan Korban
Berdasarkan laporan Reuters, serangan berlangsung di perairan selatan Sri Lanka, wilayah yang berada di bawah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik AS.
Kapal yang menjadi sasaran adalah IRIS Dena, fregat kelas Moudge milik Armada Selatan Angkatan Laut Republik Islam Iran. Kapal tersebut tengah berada di kawasan itu setelah sebelumnya dilaporkan mengikuti latihan angkatan laut di Teluk Benggala.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyatakan terdapat 180 orang di atas kapal IRIS Dena saat insiden terjadi. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 32 orang telah berhasil diselamatkan oleh personel angkatan laut Sri Lanka.
Juru Bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, menambahkan bahwa upaya penyelamatan juga mencakup evakuasi jenazah dari lokasi kejadian.
Signifikansi Militer
Jenderal Dan Caine menegaskan bobot historis dari operasi tersebut dalam pengarahan pers di Pentagon.
“Untuk pertama kalinya sejak 1945, kapal selam penyerang cepat Angkatan Laut Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal tempur musuh menggunakan satu torpedo Mk-48 untuk mencapai efek instan, mengirim kapal perang tersebut ke dasar laut,” kata Caine.
Ia turut memaparkan sejumlah poin penting terkait operasi yang sedang berjalan. Dari sisi jangkauan global, serangan ini diklaim sebagai bukti kemampuan AS untuk memburu dan menghancurkan target di luar area operasi biasa dalam skala besar.
Skala Operasi
Hingga saat ini, AS telah menghantam lebih dari 2.000 target di seluruh wilayah Iran. Adapun kerugian di sisi Iran, lebih dari 20 kapal angkatan laut Republik Islam Iran dilaporkan telah dihancurkan.
Kampanye militer ini diklaim telah secara efektif melumpuhkan kehadiran utama angkatan laut Iran di teater operasi. Caine memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur dan kemampuan angkatan laut Iran oleh pasukan AS di kawasan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut dalam 24 hingga 48 jam ke depan.
“Kami akan terus menilai kemajuan kami terhadap tujuan militer yang telah ditetapkan,” pungkasnya.