PULANG PISAU – Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng), Irjen Pol. Iwan Kurniawan, secara resmi membuka Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kalteng, Desa Bukit Rawi, Kabupaten Pulang Pisau, pada Rabu (30/7/25) pagi. Dalam upacara yang digelar di Lapangan Harati SPN ini, Kapolda didampingi oleh Wakapolda Kalteng Brigjen Pol. Dr. Rakhmad Setyadi, Irwasda Kombes Pol. Dr. Benny Ganda Sudjana, serta pejabat utama Polda Kalteng lainnya. Upacara juga dihadiri oleh para orang tua siswa yang turut mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalteng mengungkapkan rasa bangganya kepada para siswa yang telah berhasil melewati seleksi ketat dan kini berkesempatan mengikuti pendidikan Polri. “Keberhasilan ini merupakan berkah dari Tuhan yang tentunya tak terlepas dari kerja keras para siswa dan dukungan doa dari orang tua,” katanya.
Kapolda juga mengingatkan para peserta didik untuk menjalani setiap tahap pendidikan dengan penuh semangat dan motivasi. “Ikuti semua proses pendidikan dengan tekun, tanamkan tekad untuk terus belajar dan berlatih, serta selalu menjaga semangat,” tambahnya. Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada para gadik (pengasuh), instruktur, dan seluruh pihak yang terlibat dalam mendampingi siswa selama pendidikan ini berlangsung.
Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan bahwa sebanyak 143 siswa mengikuti program pendidikan ini. Terdiri dari 73 siswa yang dikirim oleh Polda Kalteng dan 70 siswa dari Polda Kalsel, mereka akan menjalani pendidikan selama tujuh bulan di SPN, yang dimulai pada 30 Juli 2025 hingga 24 Februari 2026.
Di akhir acara, Erlan mengingatkan para siswa untuk menjaga nama baik dan disiplin selama pendidikan. “Selamat menempuh pendidikan, buat bangga keluarga, diri sendiri, dan Polri. Jangan pernah buat pelanggaran,” tegasnya.
Sebagai bagian dari kegiatan, juga digelar aksi peduli lingkungan berupa penanaman bibit pohon di area SPN, serta peresmian nama Batalyon Insan Ksatria yang menjadi simbol semangat juang para siswa dalam menjalani pendidikan ini.